Minum kopi campur kayu manis tengah viral di TikTok. Resep ini disebut-sebut efektif menurunkan berat badan dan membakar lemak. Tren kopi kayu manis ini juga cukup sederhana. Caranya hanya perlu menambahkan satu sendok teh bubuk kayu manis ke dalam kopi hitam untuk mendapatkan manfaat penurunan berat badan. Kayu manis dibuat dari kulit bagian dalam pohon cinnamomum dan terbagi menjadi dua jenis: cassia dan Ceylon. Kayu manis cassia, yang lebih umum dari keduanya, memiliki rasa pahit dan kadar cinnamaldehyde yang lebih tinggi, senyawa yang memberikan rasa dan aroma khas kayu manis. Dikutip dari NYPost, dalam tinjauan ilmiah terhadap studi penurunan berat badan berpusat pada kayu manis, ditemukan bahwa ketika partisipan menggunakan kayu manis sebagai suplemen, berat badan mereka turun rata-rata 1,48 pon atau sekitar 0,67 kilogram. Penelitian tersebut berfokus pada orang-orang di Timur Tengah serta India. Dalam mengeksplorasi penurunan berat badan, penelitian tersebut menunjukkan bahwa kayu manis memungkinkan glukosa darah seseorang memasuki sel-sel tubuh lebih cepat dari biasanya. Manfaat itu dapat membuat insulin bekerja lebih efektif sehingga metabolisme dalam tubuh berjalan lebih cepat. Kayu manis juga disebut dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk memecah lemak dan meningkatkan rasa kenyang dengan memperlambat laju pergerakan makanan dari lambung ke usus halus. Kara Collier, seorang ahli gizi terdaftar sekaligus salah satu pendiri dan Wakil Presiden Kesehatan di Nutrisense, menyampaikan kepada NY Post bahwa kayu manis memang memiliki berbagai manfaat, di antaranya sifat anti-peradangan, antioksidan, dan antimikroba. Meski begitu, ia mengaku bahwa masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk benar-benar memahami sejauh mana manfaat rempah tersebut. Meskipun kayu manis merupakan bahan utama dalam banyak hidangan kayu manis juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Beberapa orang mengalami nyeri gastrointestinal dan/atau reaksi alergi setelah mengonsumsi kayu manis. Di antara bahan aktif dalam kayu manis adalah kumarin, senyawa kimia yang dapat menyebabkan kerusakan hati dalam dosis tinggi. Kayu manis cassia mengandung hingga 1% kumarin, sedangkan kadar dalam kayu manis Ceylon jauh lebih sedikit, sekitar 0,004%.
Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Kematian Akibat Duduk Terlalu Lama
Sebuah penelitian menemukan bahwa rutin minum kopi dapat mengurangi risiko kematian yang diakibatkan karena duduk terlalu lama. Ini kata peneliti! Duduk dapat mengistirahatkan tubuh sejenak. Namun, jika keseringan duduk terlalu lama justru dapat meningkatkan risiko kematian. Ini menjadi hal yang harus diwaspadai karyawan kantor. Risiko tersebut terjadi, karena dalam posisi duduk yang terlalu lama dapat memperlambat proses metabolisme tubuh. Aliran darah pun melambat sehingga otot tak bisa membakar kalori. Namun, risiko kematian akibat duduk terlalu lama itu dapat diturunkan dengan minum kopi. Hal ini telah dibuktikan lewat sebuah penelitian di Universitas Soochow di China. Dikutip dari Science Alert (24/06/24) berikut penjelasannya: 1. Hasil penelitian Sebuah penelitian terhadap lebih dari 10.000 orang di Amerika Serikat menemukan bahwa mereka yang minum kopi setiap hari mungkin terlindungi dari dampak negatif duduk selama 6 jam lebih dalam sehari. Dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi dan terlalu banyak duduk, peminum kopi yang tidak banyak duduk memiliki kemungkinan 1,58 kali lebih kecil untuk meninggal dunia. Peneliti menemukan bahwa peserta yang duduk lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko kematian akibat segala sebab sebesar 46% lebih tinggi. Juga risiko mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskular mencapai 79% dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari empat jam per hari. 2. Tujuan penelitian Para peneliti di Universitas Soochow mengatakan bahwa studi ini adalah yang pertama yang dilakukan untuk mengevaluasi manfaat kopi dalam mengatasi risiko kematian akibat duduk terlalu lama. Peneliti menemukan bahwa minum kopi pada dasarnya menghilangkan hubungan antara gaya hidup, kematian akibat kardiovaskular, dan penyebab kematian dini lainnya. Temuan itu dilakukan dengan menganalisis data kesehatan jangka panjang yang representatif secara nasional di Amerika Serikat. Ini membuktikan bahwa dengan olahraga saja mungkin tidak sepenuhnya melindungi dari dampak buruk kesehatan jangka panjang akibat duduk terlalu lama. 3. Manfaat kopi untuk kesehatan jantung Para peneliti juga menyoroti manfaat kopi untuk kesehatan jantung. Dikutip dari Medical News Today, rutin minum kopi memang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, juga kematian karena sebab lain jika dibandingkan dengan orang yang jarang minum kopi. Untuk mendapatkan manfaat tersebut disarankan minum 2-3 cangkir kopi per hari. Minum kopi dengan porsi tersebut juga terbukti dapat menurunkan risiko aritmia. Aritmia adalah kondisi di mana jantung berdetak terlalu lambat, terlalu cepat, atau tidak teratur. Ini karena peran kafein yang dapat menghambat reseptor adenosin di dalam sel jantung, sehingga akan membuat jantung semakin sehat. 4. Manfaat kopi pada metabolisme tubuh Duduk terlalu lama dapat memperlambat metabolisme tubuh. Sementara itu, minum kopi dapat memperlancar metabolisme tubuh, karena kandungan antioksidan pada kopi. Antioksidan itu berperan membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi peradangan. Senyawa tertentu dalam secangkir kopi juga dapat melindungi otak dari penyakit degeneratif, seperti Parkinson. Namun, porsi minum kopi harus diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Penelitian yang sama menyarankan untuk minum 3-5 cangkir kopi per hari untuk menurunkan risiko kematian. “Mengingat kopi merupakan senyawa yang kompleks, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi senyawa ajaib ini,” peneliti di Soochow menyimpulkan,” tutup peneliti.
Gorengan Termasuk! Kombinasi Kopi dengan 6 Makanan-Minuman Ini Ternyata Tak Dianjurkan
Kopi adalah minuman yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang mengonsumsinya untuk memulai hari atau untuk tetap terjaga di malam hari. Selain itu, kopi memiliki sejumlah manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan bijak. Namun, ada beberapa makanan dan minuman yang sebenarnya tidak dianjurkan jika dikonsumsi bersamaan dengan kopi. Dikutip dari laman Health, kopi dapat memberikan dorongan energi sementara serta berbagai manfaat kesehatan, sehingga menjadi tambahan yang baik untuk diet seimbang. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat membantu mencegah penyakit yang terkait dengan peradangan dan stres oksidatif, seperti diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker. Namun, kopi juga dapat mempengaruhi penyerapan beberapa nutrisi, yang dapat menurunkan atau meningkatkan efek makanan tertentu. Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari bersamaan dengan mengonsumsi kopi. Buah Jeruk Mengonsumsi kopi bersamaan dengan buah jeruk dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena sifat asam kopi. pH kopi biasanya berkisar antara 4,85 dan 5,13, menunjukkan tingkat keasaman. Buah jeruk dan jusnya juga bersifat asam dan dapat memicu Gastroesofagus Reflux Disease (GERD) jika dikonsumsi bersamaan dengan kopi. Kombinasi ini dapat mengiritasi lambung dan memperburuk gejala GERD. Agar dapat menikmati rasa dan manfaat kesehatan secara optimal, sebaiknya konsumsi buah jeruk terpisah dari kopi. Daging Merah Kopi dapat memengaruhi penyerapan zat besi di usus. Daging merah adalah sumber zat besi heme yang baik, sehingga mengonsumsinya bersama kopi dapat mengurangi manfaat kesehatan dari daging tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi tiga cangkir kopi atau lebih setiap hari dapat mengurangi kadar zat besi hingga 39 persen. Zat besi sangat penting untuk sirkulasi darah dan fungsi kekebalan tubuh, jadi sebaiknya pilih sumber protein lain saat menikmati kopi. Susu Banyak orang terbiasa mengonsumsi kopi susu, menganggap kombinasi ini baik. Susu adalah sumber kalsium yang penting untuk kesehatan tulang dan fungsi tubuh lainnya. Namun, menggabungkan susu dengan kopi dapat menghambat penyerapan kalsium, dan kafein dalam kopi dapat menyebabkan kalsium yang tidak terserap dikeluarkan melalui urin. Tingginya ekskresi kalsium dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Bagi yang menikmati susu dalam kopi, penting untuk memenuhi kebutuhan kalsium dari sumber makanan lain di waktu yang berbeda. Gorengan Kombinasi kopi hitam dengan gorengan sudah tidak asing pastinya. Namun, peningkatan konsumsi kopi dapat berhubungan dengan peningkatan risiko dislipidemia, yang ditandai oleh kadar lemak abnormal dalam darah. Mengonsumsi tiga cangkir kopi atau lebih setiap hari dapat meningkatkan kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau kerap disebut kolesterol “jahat”, dan menurunkan kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) atau sering disebut kolesterol “baik”. Makanan yang digoreng seperti gorengan juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, bagi yang mengonsumsi kopi secara teratur, sebaiknya membatasi konsumsi makanan gorengan. Sereal Sarapan Banyak sereal sarapan diperkaya dengan vitamin dan mineral penting. Namun, kopi dapat mengganggu penyerapan seng, mineral esensial yang banyak terdapat dalam sereal. Saat ini, belum ada penelitian yang menentukan waktu ideal antara mengonsumsi sereal dan minum kopi. Ahli gizi dapat membantu merencanakan menu seimbang yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi individu. Makanan Tinggi Sodium Kopi mengandung senyawa yang dapat memengaruhi tekanan darah. Meskipun mengonsumsi 1-3 cangkir kopi setiap hari umumnya tidak memiliki dampak negatif pada tekanan darah, konsumsi kafein yang berlebihan dapat memperburuk hipertensi. Penelitian menunjukkan bahwa asupan natrium berhubungan langsung dengan tekanan darah. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan konsumsi kopi saat menikmati makanan tinggi natrium.
Mengetahui Fakta Medis Tentang Kopi, Jadi Kegemaran Milenial dan Gen-Z, Ternyata Banyak Juga Manfaatnya
Meminum kopi memang sangatlah nikmat. Apalagi bagi para pecintanya. Belum lagi, Indonesia terkenal sebagai salah satu negara penghasil biji kopi yang paling terkenal di dunia. Nggak percaya? Sebut saja kopi Gayo dari Aceh, begitu kesohor rasa nikmatnya. Kemudian ada lagi kopi dari daera Bajawa, Flores. Ada juga kopi Mandailing, kopi Toraja, kopi Kintamani dan banyak lagi, pokoknya kaya akan rasa dari setiap daerah. Teruntuk yang senang ngopi, Anda juga mesti tahu apa manfaat kopi bagi kesehatan. Ya, ada juga manfaatnya. Dengan catatan, tidak diminum secara berlebihan dan sesuai takaran. Dirangkum dari berbagai sumber dan jurnal, manfaat kopi tidak hanya untuk sekedar mengusir kantuk, tetapi juga dapat membantu menjaga berat badan dan memelihara kesehatan tubuh. Ini karena ada banyak kandungan nutrisi dalam kopi yang membawa manfaat kesehatan, seperti kafein, folat, dan riboflavin. Rasa kopi ini memang pahit. Tetapi di balik rasanya yang pahit, ada banyak manfaat kopi untuk kesehatan tubuh yang sayang untuk dilewatkan. Fakta pertama tentang manfaat kesehatan kopi adalah beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum kopi sebanyak 2 cangkir per hari dapat mencegah resistensi insulin dan menurunkan risiko terjadinya diabetes tipe 2. Manfaat kopi ini diyakini karena kandungan kafein di dalamnya. Namun, manfaat kopi tersebut jadi berbeda bila Anda menambahkan susu, gula, krimer, atau pemanis tambahan lainnya saat mengonsumsi kopi. Menambahkan susu dan gula pada kopi akan meningkatkan kalori di dalam minuman ini dan malah dapat menyebabkan obesitas dan diabetes, demikian mengutip Alodokter. Kemudian, meminum kopi juga bermanfaat untuk memelihara kesehatan otak. Beberapa penelitian, mengungkapkan bahwa konsumsi kopi mampu mengurangi risiko terjadinya demensia atau pikun. Untuk mejaga kesehatan dan fungsi otak, sebaiknya Anda juga memenuhi supan makanan bergizi yang berasal dari buah dan sayur serta rutin berolahraga. Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman berkafein, termasuk kopi, dapat menurunkan risiko terkena penyakit Parkinson. Tak hanya itu, mengonsumsi kopi juga berpotensi membantu penderita Parkinson lebih baik dalam mengontrol gerakan tubuh dan menjaga kesehatan liver. Bagaimana, banyak kan, manfaat kopi bagi kesehatan. Apalagi kopi saat ini seolah jadi minuman wajib bagi para milenial dan Gen-Z. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kedai kopi bermunculan, juga tren kopi gerobakan yang harganya terjangkau namun enak. Peluang cuan dari kebiasaan milenial dan Gen-Z minum kopi juga ditangkap oleh Nescafe yang meluncurkan varian baru Ice Roast. Hadir dengan biji kopi robusta, varian baru tersebut dikatakan menyasar Millenials dan Gen Z. Dengan membawa konsep terbaru untuk menikmati Ice Americano ala cafe, lewat penyajian yang cepat dan praktis, bubuk kopi dapat langsung larut di air dingin hanya dalam hitungan detik. “Saat ini, secangkir kopi bukan lagi hanya menjadi penyemangat di pagi hari, melainkan telah berkembang menjadi pelengkap aktivitas harian yang mendukung produktivitas masyarakat. Dalam menghadapi dinamika kehidupan yang semakin cepat, kami terus berinovasi untuk memastikan Nescafe tetap relevan dan menjadi pilihan utama bagi para pecinta kopi,” kata Business Executive Officer Coffee PT Nestle Indonesia Sherif Hani melalui keterangannya.
Minum Kopi Setiap Hari Bisa Jauhkan Kamu dari Kematian Dini akibat 2 Penyakit Kronis Ini
Selain memberikan suntikan energi di pagi hari, minum kopi tanpa gula ternyata memiliki banyak manfaat luar biasa bagi kesehatan, loh. Studi terbaru bahkan menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat mengurangi risiko terkena penyakit mematikan. Kopi Hitam Manfaatnya Apa? Ada kabar baik buat kamu yang tak bisa lepas dari kopi di pagi hari. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan bahwa orang yang mengonsumsi sekitar tiga cangkir kopi atau teh per hari memiliki risiko 48 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung koroner. “Temuan ini menunjukkan bahwa mendorong konsumsi kopi atau kafein dalam jumlah sedang bisa memberikan manfaat besar untuk mencegah penyakit kardiometabolik,” kata salah satu penelitian dalam studi tersebut, Chaofu Ke PhD, seperti dilansir dari Health pada Selasa, 24 September 2024. Bagaimana Kopi Membantu Mencegah Penyakit Jantung? Ternyata, kafein dalam secangkir kopi mampu mengatur kadar metabolit tertentu dalam tubuh, senyawa yang dihasilkan saat tubuh memproses makanan dan minuman, yang berhubungan dengan risiko penyakit metabolik, seperti lipid. Dengan mengatur metabolit ini, kafein membantu menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan, khususnya yang berhubungan dengan jantung dan metabolisme. Lebih Baik Minum Kopi atau Teh? Dalam penelitian ini, kopi menonjol sebagai minuman yang paling efektif dalam menurunkan risiko penyakit kronis. Mereka yang memilih kopi sebagai sumber utama kafein memiliki penurunan risiko hingga 50 persen, sementara mereka yang minum kombinasi kopi dan teh juga mendapatkan manfaat signifikan dengan penurunan risiko sekitar 40 persen. Jadi, tak peduli kamu tim minum kopi atau teh, keduanya punya manfaat kesehatan yang luar biasa. Berapa Maksimal Ngopi Sehari? Para ahli sepakat bahwa konsumsi kopi atau teh dalam jumlah sedang, yakni satu hingga cangkir sehari, adalah batas yang aman dan bermanfaat. Namun, hati-hati dengan tambahan seperti gula, krim, atau sirup yang bisa menambah kalori dan meningkatkan risiko penyakit metabolik. Meski begitu, terlalu banyak mengonsumsi kafein juga tidak disarankan. Jika kamu mulai merasa gelisah, sulit tidur, atau mengalami gangguan pencernaan, itu tanda kamu sudah kebanyakan kafein. Apakah Kopi Hitam Tanpa Gula Bagus untuk Jantung? Meskipun kopi bisa memberikan perlindungan terhadap penyakit kronis, jangan lupakan gaya hidup sehat lainnya. Olahraga rutin, tidur yang cukup, menghindari rokok dan alkohol, serta menjaga berat badan ideal tetap menjadi faktor kunci dalam menjaga kesehatan jangka panjang. “Kafein mungkin memberikan manfaat, tapi tidak bisa menggantikan kebiasaan sehat lainnya. Untuk hasil maksimal, imbangi dengan olahraga, tidur yang cukup, dan pola makan seimbang,” kata pakar kesehatan jantung, Dr. Jonathan Fialkow.
Ini Efek Kafein Kopi pada Tubuh Sesuai Golongan Darah
Pilihan kopi tak hanya bisa membaca karakter atau kepribadian seseorang. Tapi ternyata kopi juga memiliki berbagai efek yang beda sesuai golongan darah seseorang. Selain pilihan kopi lewat kepribadian hingga zodiak. Kopi ternyata memiliki efek dan reaksi berbeda pada golongan darah tertentu. Hal ini disebabkan oleh reaksi darah ketika bertemu kandungan kafein. Ada jenis golongan darah yang disarankan untuk minum kopi. Ada juga tipe golongan darah yang sebaiknya menghindari konsumsi kopi di waktu-waktu tertentu. Terutama ketika tubuh sedang stress atau kurang sehat. 1. Golongan Darah O Dari keempat golongan darah yang ada, orang-orang dengan golongan darah O disarankan untuk menghindari minum kopi. Karena kandungan kafein pada tubuh golongan darah O, bisa memicu tingkat adrenalin mereka. Selain kandungan kafein pada kopi. Banyak ahli kesehatan yang menyarankan agar Golongan Darah O menghindari minuman alkohol, hingga bir. Begitu juga dengan makanan manis, apalagi yang mengandung pemanis buatan. Untuk pengganti kopi, orang-orang dengan golongan darah O bisa menggantinya dengan air putih. Atau infused water, seperti air putih dicampur lemon. 2. Golongan Darah B Meskipun kopi tidak berdampak buruk pada orang-orang yang memiliki golongan darah B. Tapi sebaiknya mereka tetap membatasi konsumsi minum kopi. Karena terlalu banyak minum kopi bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan. Seperti insomnia, jantung berdebar hingga menimbulkan rasa cemas. Sementara minuman yang direkomendasikan ada teh hijau, yang dinilai jauh lebih sehat. Kebiasaan ngopi ini bisa diganti dengan ngemil sayuran hijau, karena cocok untuk golongan darah B. Tapi hindari sayuran jagung, tomat, alpukat dan labu karena tidak terlalu bagus untuk tubuh bagi golongan darah ini. 3. Golongan Darah A Orang-orang dengan golongan darah A memiliki sifat yang terorganisir, dan bertanggung jawab. Mereka juga lebih konsisten, dan bisa menghadapi masalah dengan tenang. Untuk jenis kopi sendiri, kopi dinilai sehat untuk mereka yang memiliki golongan darah A. Karena orang-orang dengan golongan darah A memiliki kadar asam perut yang rendah, sehingga asam dari kopi (pH 5.0-5.1) bisa membantu menyeimbangkannya. Selain itu kopi bisa memiliki efek stimulan karena kandungan kafein di dalamnya. Minum 1-3 cangkir kopi sehari memiliki banyak manfaat untuk orang-orang dengan golongan darah A. 4. Golongan Darah AB Mereka yang memiliki golongan darah AB sering berpikir rasional, mudah bergaul dan dapat diandalkan. Mereka sering dianggap sebagai sosok yang sulit ditebak dan mengutamakan logika. Nah, untuk konsumsi kopi sendiri sebenarnya tidak terlalu disarankan. Karena golongan darah ini memiliki tipe antigen yang sama dengan golongan darah A dan B. Sehingga makanan-makanan yang mengandung bahan kimia seperti lektin lebih mudah bereaksi dalam jaringan sel darah AB. Tipe AB harus menghindari kafein dan alkohol, terutama saat berada di dalam situasi stres. Karena asupan kafein ini ditakutkan bisa memicu rasa cemas berlebihan.
Sering Buang Air Kecil Setelah Minum Kopi? Ternyata Ini Alasannya
Selain memasok energi instan, minum kopi juga akan meningkatkan frekuensi buang air kecil. Ternyata hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Banyak orang yang butuh minum kopi terutama untuk kegiatan di pagi hari yang membutuhkan fokus tajam. Kandungan kafein pada kopi dikatakan mampu memproduksi energi secara instan untuk tubuh. Beberapa orang yang menyetujui pernyataan bahwa kopi dapat membuat mata menjadi lebih ‘melek’. Tetapi tanpa disadari, akan ada saatnya dimana kamu akan ke toilet lebih sering setelah minum kopi. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Tubuh memiliki sensor yang akan berfungsi ketika ada cairan yang masuk. Para ahli juga menjelaskan secara detail bagaimana kopi dapat meningkatkan intensitas buang air kecil. Dilansir melalui The Takeout (10/5), kopi memiliki proses yang lebih rumit daripada sekadar dicerna dan memproduksi energi dengan cepat. Sebagai cairan, kopi dapat memicu sinyal tubuh untuk buang air kecil tepat setelah kopi masuk ke dalam kandung kemih. Tubuh memiliki rekayasa biologis yang sungguh menakjubkan. Hal ini yang menyebabkan tubuh akan memberikan respon tertentu saat sesuatu dilakukan pada tubuh. Termasuk efek setelah minum kopi. Efek kopi pada cukup bergantung pada berapa banyak makanan yang telah dikonsumsi. Jika kamu minum kopi dalam keadaan perut yang kenyang, kopi butuh waktu hingga satu jam untuk masuk ke dalam usus. Hal berbanding terbalik akan terjadi ketika perut sedang kosong. Cairan akan dicerna dalam waktu yang lebih cepat terlebih saat perut kosong sehingga tidak ada halangan lagi. “Sekali cairan masuk ke dalam saluran kandung kemih, sensor yang ada akan menganggap bahwa kandung kemih sudah terisi penuh,” kata Lisa Anderson, selaku profesor biologi dan fisiologi dari University of Monnesota. Antara organ tubuh yang satu dengan lainnya dihubungkan dengan saraf-saraf yang kemudian menjadi sensor untuk mengirimkan informasi ke pusatnya atau otak. Sensor dari kandung kemih tersebut kemudian juga dikirimkan kepada otak untuk memberi tahu apa yang harus dilakukan. “Sensor tersebut memicu sinyal ke pusat micnutrition di batang otak yang berada dekat dengan pusat saraf lainnya yang memberi tahu hal-hal seperti ketika haus, lapar atau perlu muntah,” kata Anderson. Kafein dalam kopi dapat mempercepat buang air kecil karena efeknya memengaruhi otot detrusor. Otot detrusor ini merupakan otot halus yang berada pada kandung kemih dan akan memberikan dorongan dengan stimulasi yang diberikan oleh kafein. Di sisi lain, otak juga sudah menyadari bahwa ada cairan yang masuk ke dalam kandung kemih. Secara bersamaan kemudian otak dan kafein akan menstimulasi kandungan kemih untuk mengeluarkan cairan melalui buang air kecil. Kafein juga diketahui memiliki sifat diuretik yang berarti ginjal akan membutuhkan lebih banyak cairan lagi. Saat telah mencapai konsumsi 400 miligram kafein, keseimbangan alami cairan dalam tubuh akan mulai terpengaruhi. Jumlah 400 miligram ini setara dengan empat cangkir kopi. Jika tak ingin mengalami efek seperti ini, sebaiknya mulai untuk kurangi konsumsi kafein harian secara perlahan. Tetapi jika masalah buang air kecil masih terus mengganggu, sebaiknya periksakan secara medis pada dokter.
Cara Aman Minum Kopi untuk Penderita Gerd
Kopi merupakan salah satu minuman primadona bagi banyak orang untuk membuka hari. Sayangnya, meski memiliki banyak manfaat, kopi juga bisa mendatangkan masalah kesehatan, misalnya pada mereka yang mengalami gangguan refluks. Namun, dengan trik tertentu pada penderita gangguan refluks masih bisa menikmati kopi di pagi hari tanpa harus kuatir bakal terjadi gangguan di sekitar lambung. Selama ini kita mengenal, orang dengan gangguan refluks seperti Gerd memang kerap terpicu gejalanya ketika mulai mengonsumsi minuman berkafein dan kopi. Ketika seorang penderita Gerd mengonsumsi zat tertentu, hal tersebut menyebabkan iritasi pada sfingter esofagus di bagian bawah. Lemahnya sfingter esofagus bagian bawah membuat makanan yang sudah ditampung di lambung naik kembali ke kerongkongan atau bisa saja hanya berupa cairan asam lambung. Umumnya kopi memiliki pH 5 yang membuatnya bersifat asam. Nah, makanan dan minuman dengan kandungan asam atau lemak yang tinggi seringkali memicu gejala refluks, termasuk mulas. Namun, jika berbicara tentang kopi, asam bukanlah penyebab utama mulas terkait Gerd. Meskipun banyak orang mengaitkan gangguan refluks ini dengan asam yang ada dalam kopi, beberapa ilmuwan percaya sebaliknya. Kopi memiliki banyak komponen, antara lain asam klorogenat, katekol, dan pirogallol. Dalam studi sebelumnya tentang korelasi antara mulas dan kopi, para ilmuwan menetralkan kandungan asam dalam kopi. Yang mengejutkan, ternyata masih ada penderita Gerd yang mengalami mulas setelah minum kopi. Temuan mereka menunjukkan, salah satu bahan itu mungkin tidak hanya memicu mulas, namun kombinasinya dapat menyebabkan reaksi yang merugikan. Pencampuran senyawa ini menciptakan reaksi kimia, dan menyebabkan perut menghasilkan lebih banyak asam. Meskipun keasaman kopi bukanlah penyebab utama mulas terkait Gerd, menurunkan keasaman kopi memang membantu meredakan gejala. Menurunkan keasaman kopi dapat dilakukan dengan beberapa langkah, yakni: 1. Pakai metode brewing yang berbeda Metode penyeduhan tertentu seperti menggunakan mesin espresso atau french press menjaga minyak tetap ada dalam kopi yang dapat menyebabkan kepekaan dan mulas. Cara mudah untuk mengatasinya adalah dengan menyeduh kopi dengan menggunakan saringan. Dengan menggunakan saringan selulosa kopi bisa tertahan hingga akan ada lebih banyak minyak pemicu gejala seperti sakit maag, yang tertahan. Selain itu, menurunkan suhu air saat menyeduh kopi juga bisa membantu. Suhu air yang lebih panas menyebabkan reaksi kimia yang lebih besar, karena mengaktifkan minyak dalam biji kopi lebih banyak. Kandungan ini yang kemudian memicu mulas. Beberapa ilmuwan juga percaya, menyeduh kopi dengan air bersuhu lebih rendah bisa mengurangi kemungkinan timbulnya mulas. 2. Kopi rendah asam Beberapa pemanggang kopi mengurangi keasaman kopi mereka dengan meningkatkan waktu pemanggangan. Nah, cara lain untuk mengurangi mulas adalah dengan membeli biji kopi sangrai yang agak “gosong”. Langkah ini diyakini menghilangkan lapisan lilin kopi hingga keasaman kopi berkurang. Namun, proses semacam ini biasanya mengganggu sifat aromatik pada biji kopi. Cara lain adalah, menggunakan biji pilihan dari perkebunan yang secara alami menghasilkan biji kopi dengan keasaman lebih rendah. 3. Tambahkan soda kue Dengan menambahkan soda kue, kita secara alami bisa menetralkan keasaman kopi. Soda kue umumnya memiliki pH 9, jadi menambahkan sekitar ¼ sendok teh soda kue ke dalam bubuk kopi bakal membantu mengurangi senyawa yang dapat memicu mulas. 4. Tambahkan garam Seperti soda kue, garam juga merupakan penetral asam alami. Ketika ditambahkan ke dalam bubuk kopi sebelum diseduh, maka jumlah asam akan berkurang. Hal ini sangat bermanfaat untuk menghilangkan sisa rasa yang keras dari biji kopi yang lebih murah. Namun perlu diingat, menambahkan terlalu banyak garam ke dalam bubuk kopi dapat mengubah rasa minuman. Jadi mulailah dengan sedikit garam per batch kopi untuk hasil yang optimal. Membuat perubahan kecil seperti mengubah metode pembuatan atau pemanggangan kopi memungkinkan kita tetap mendapatkan dorongan energi dari kopi, tanpa efek samping yang mengganggu. Menambahkan penetral asam juga mengurangi gejala mulas. Tapi, jika masalah tetap ada, bicarakan dengan dokter tentang metode asupan kafein alternatif yang cocok bagi kita. Selamat mencoba ya…
Penelitian Ungkap Pengaruh Kafein pada Kopi Bagi Susunan Otak
Kopi mengandung kafein yang bisa meningkatkan seseorang menjadi lebih awas dan fokus. Kafein adalah zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Tidak hanya dalam secangkir kopi, tapi juga ada di dalam minuman energi dan kola. Sebuah penelitian terbaru mengungkap pengaruh kafein terhadap otak seseorang. Sebuah penelitian terbaru dari para peneliti di Universitas Basel menunjukkan bahwa konsumsi kafein secara teratur dapat mengubah materi otak. Namun, efeknya mungkin tampak sementara. Kafein, terutama jika diminum pada malam hari, dapat mengganggu pola tidur. Kurang tidur, pada gilirannya, dapat memengaruhi materi otak, seperti yang dibuktikan oleh penelitian sebelumnya. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Christian Cajochen dan dr. Carolin Reichert dari Universitas Basel menyelidiki apakah kurang tidur karena kafein adalah penyebab yang memengaruhi struktur otak. Temuan menunjukkan bahwa konsumsi kafein tidak mengakibatkan kualitas tidur yang buruk. Di sisi lain, peneliti mengamati perubahan materi abu-abu pada otak. Studi tersebut dilaporkan dalam jurnal Cerebral Cortex pada 15 Februari. Dilansir dari Science Times, Kamis (18/2), menurut Pusat Informasi Bioteknologi Nasional, otak manusia terbuat dari materi putih dan abu-abu. Tapi, materi abu-abu memainkan peran penting dalam memungkinkan seseorang berfungsi normal setiap hari. Tidak hanya membantu memproses informasi, tetapi juga memproses sinyal yang dihasilkan oleh organ sensorik kita. Materi abu-abu merupakan lapisan terluar otak yang mendapatkan warna abu-abu dari konsentrasi tinggi badan sel saraf. Studi tersebut melibatkan 20 partisipan muda sehat yang secara teratur mengonsumsi kopi setiap hari. Peserta diberi tablet untuk dua periode 10 hari (tablet kafein atau plasebo) dan diminta untuk menahan diri dari mengonsumsi minuman kafein lainnya selama waktu ini. Peneliti menganalisis materi abu-abu partisipan melalui pemindaian otak. Tim juga menyelidiki kualitas tidur di laboratorium tidur melalui aktivitas listrik yang direkam di otak. Data menunjukkan bahwa kedalaman tidur peserta sama saja kualitasnya. Terlepas dari apakah mereka mengonsumsi kafein atau kapsul plasebo. Tetapi melihat perbedaan yang signifikan pada materi abu-abu otak tergantung pada apakah partisipan menerima kafein atau plasebo. Setelah 10 hari tidak mengonsumsi kafein karena kapsul plasebo, volume materi abu-abu pada partisipan jauh lebih besar daripada periode waktu yang sama dengan kapsul kafein. “Hasil penelitian kami tidak selalu berarti bahwa konsumsi kafein berdampak negatif pada otak. Namun, konsumsi kafein setiap hari memengaruhi perangkat keras kognitif kita, tapi memang perlu penelitian lebih lanjut,” jelas peneliti. Para peneliti mencatat bahwa perubahan morfologi otak tampaknya bersifat sementara ketika membandingkan pengurangan volume materi abu-abu pada peminum kopi yang rajin dan setelah berhenti minum kafein. Perbedaan itu lebih mencolok pada lobus temporal medial kanan, termasuk hipokampus otak, wilayah otak yang vital untuk konsolidasi memori. Kesimpulannya, perubahan itu hanya bersifat sementara dan tidak berdampak negatif. Dan kafein juga tidak begitu terlalu memengaruhi kualitas tidur seseorang.
Gangguan Kecemasan hingga Sakit Kepala, Ini 4 Dampak Terlalu Banyak Minum Kopi
Sudah menjadi rahasia umum, kenikmatan kopi yang menjadi favorit banyak orang. Terbukti dari banyak kedai kopi yang banyak ditemui di mana-mana. Bahkan, kehadiran mereka sudah menjadi kebiasaan bagi kebanyakan orang. Bagi para pecinta kopi rasanya kurang mantap bila belum memulai hari dengan secangkir minuman kafein. Menyeruputnya saja bisa seseorang bisa mendapat asupan energi untuk memulai aktivitasnya. Idealnya, minuman berkafein itu diminum satu atau dua cangkir per hari. Selebihnya, Anda perlu berhati-hati terhadap efek yang diberikan. Melansir dari Live Strong meminum kopi berlebihan menyebabkan kondisi fisik dan mental yang tidak nyaman. Berikut ulasannya: Mengganggu pencernaan Sunitha Posina, MD dokter penyakit di Stony Brook, New York menyebutkan pada dasarnya kafein digunakan untuk stimulan tubuh selama dikonsumsi dalam batas wajar. Jika berlebihan, hal itu mustahil Anda rasakan. Sebaliknya, kandungan kafein yang berlebihan memicu produksi gastrin yang meningkatkan pergerakan usus besar Anda. Kerja usus yang lebih ekstra membuat Anda sesekali mengalami sakit perut dan mual. Tidak menutup kemungkinan, Anda akan menderita diare. Iritabilitas dan kecemasan Memang benar kafein dipercaya untuk menjaga stamina agar tidak mudah lelah karena adanya proses pemblokiran zat kimia adenosin. Semakin Anda terlalu banyak mengonsumsi membuat Anda semakin terjadi saat malam hari tiba. Dan efeknya terasa menjelang siang hari, Anda bersikap uring-uringan karena kurangnya kualitas tidur. Tak berhenti di situ, tubuh Anda mulai merasa gelisah, gugup, dan detak jantung yang bergejolak akibat sistem saraf pusat yang terangsang dari kafein yang dikonsumsi. Sakit kepala National Headache Foundation mengungkapkan kafein termasuk obat penghilang rasa sakit kepala dikarenakan membantu menyempitkan pembuluh darah. Sisi lain, sakitnya kepala juga sebagai tanda gejala umum Anda harus membatasi kafein yang dikonsumsi lebih banyak dari biasanya. Mudah kelelahan Usai meminum kopi, tentu semangat Anda menggebu-gebu yang berlangsung hanya sementara saja. Bila efeknya perlahan-lahan menghilang, siap-siap Anda juga akan mengalami tingkat kelelahan yang ekstrem. Biasanya jalan pintas yang dipilih meminum kafein kembali dan sampai akhirnya efek tersebut terus-menerus dirasakan. Paling tidak mulai dari sekarang Anda membatasi kandungan kafein hingga 250 miligram per hari untuk meminimalkan efek samping.
