Skip to content
SABANI.COM
  • Home
  • News
  • Knowledge
    • Specialty Coffee of Arabica
    • Specialty Coffee of Robusta
    • Profil Kopi Arabika Gayo
    • Profil Kopi Arabika Lintong
    • Profil Kopi Arabika Koerinci
    • Profil Kopi Arabika Solok Minang
    • Profil Kopi Arabika Java Preanger
    • Klasifikasi Green Beans Dan Grade Coffee
    • Mengenal Macam-Macam Proses Pengolahan Kopi
  • Blog
    • Culinary
    • Health
    • Knowledge
    • Lifestyle
    • Tips
  • Video
  • Contact

Dari Biji ke Cangkir: Perjalanan Panjang di Balik Secangkir Kopi

Culinary

MENYERUPUT segelas kopi panas tentunya sangat menyenangkan. Namun untuk menikmati segelas kopi hangat kopi telah menjalani berbagai proses yang panjang. Dimulai dari penanaman, para petani kopi memilih varietas yang sesuai dengan kondisi geografis dan iklim setempat. Biji kopi ditanam dan dirawat dengan seksama selama beberapa tahun, hingga pohon kopi menghasilkan buah yang siap dipanen. Setelah panen, buah kopi melalui tahap pengolahan awal yang krusial. Ada dua metode utama: proses basah dan proses kering. Pada proses basah, daging buah dipisahkan dari biji menggunakan air. Sedangkan pada proses kering, buah kopi dijemur utuh di bawah sinar matahari. Kedua metode ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan luar buah dan mengekspos biji kopi yang ada di dalamnya. Tahap berikutnya adalah pengeringan, di mana kadar air dalam biji kopi diturunkan hingga sekitar 11%. Proses ini penting untuk mencegah pembusukan dan mempertahankan kualitas biji kopi selama penyimpanan. Setelah kering, biji kopi melalui proses hulling untuk menghilangkan kulit ari yang masih menempel, lalu disortir berdasarkan ukuran dan kualitas. Langkah selanjutnya adalah penyangraian, yang merupakan tahap krusial dalam menentukan cita rasa kopi. Selama proses ini, biji kopi mentah dipanaskan pada suhu tertentu, mengubah warna, aroma, dan karakteristik rasanya. Tingkat sangrai dapat bervariasi dari light roast hingga dark roast, tergantung pada preferensi dan jenis kopi yang diinginkan. Setelah disangrai, biji kopi biasanya segera digiling untuk memecah biji dan mengekspos area permukaan yang lebih besar, yang penting untuk ekstraksi optimal saat penyeduhan. Tingkat kehalusan penggilingan disesuaikan dengan metode penyeduhan yang akan digunakan, mulai dari sangat halus untuk espresso hingga kasar untuk French press. Akhirnya, kopi siap untuk diseduh. Metode penyeduhan bervariasi, mulai dari teknik sederhana seperti tubruk hingga metode yang lebih kompleks seperti menggunakan mesin espresso. Setiap metode memiliki karakteristik uniknya sendiri, mempengaruhi rasa dan aroma kopi yang dihasilkan. Dengan pemahaman yang baik tentang setiap tahap proses ini, para penikmat kopi dapat lebih menghargai kompleksitas dan keajaiban di balik secangkir kopi yang mereka nikmati.

October 7, 2024 / 0 Comments
read more

Racikan Kopi Pakai Lada Hitam Ini Memberi Khasiat Sehat pada Tubuh

Culinary

Lada hitam biasanya dipakai untuk bumbu masakan yang cita rasanya agak pedas. Namun, lada hitam juga bisa dicampurkan dengan kopi hitam. Begini racikannya! Lada hitam juga bisa dicampurkan untuk meracik secangkir kopi. Tak hanya membuat aromanya wangi, tapi juga yang menambahkan cita rasa agak pedas. Lada hitam yang dicampurkan pada kopi ini sama sekali mengganggu rasanya. Justru memberi khasiat sehat dan efek menghangatkan badan. Dilansir dari Waka Coffee (15/9), lada hitam yang ditambahkan ke kopi hitam ini justru akan menyeimbangkan rasanya. Perannya tidak seperti gula yang dapat memberikan rasa manis, tetapi justru menyeimbangkan rasa pahitnya.   Saat menyesap kopi campur lada hitam, indra perasa akan merasakan rasa pedasnya dan mengabaikan rasa pahit kopi sepenuhnya. Jadi, rasa pahit kopi itu akan terlupakan. Lada hitam ini bisa ditambahkan ke segala jenis kopi. Mulai dari kopi instan, cold brew, maupun yang diseduh menggunakan French press. Lada hitam juga dapat memberikan manfaat ketika dinikmati bersama secangkir kopi. Di dalamnya mengandung zat anti-inflamasi dan antibakteri yang dapat melawan infeksi pada tubuh. Capsaicin, zat kimia yang ditemukan dalam lada, juga dikenal dapat meredakan sakit kepala dan migrain. Dengan menambahkan lada ke dalam kopi, otak akan menerima neurotransmitter tambahan untuk meredakan nyeri. Cara membuat kopi lada hitam ini juga cukup sederhana. Hanya tinggal menambahkan lada hitam secukupnya, kemudian seduh bersamaan dengan kopi hitam. Untuk takarannya perlu diperhatikan. Kamu bisa menambahkan sekitar 1/2 sendok teh lada hitam bubuk ke dalam 1 cangkir (250 ml) kopi. Bisa jug ditambahkan dengan susu jika ingin rasa yang lebih creamy.

September 17, 2024 / 0 Comments
read more

Lebih Baik Beli Biji Kopi atau Kopi Bubuk? Ini Perbedaan Keduanya

Culinary

Minum kopi sudah jadi kebutuhan utama bagi banyak orang. Untuk stok di rumah, lebih baik beli biji kopi atau kopi bubuk? Bagi sebagian orang, kopi menjadi salah satu minuman yang harus dinikmati di pagi hari atau minimal satu cangkir dalam sehari. Bahkan menurut statistik, rata-rata orang akan meminum 400 juta cangkir kopi per tahun. Orang biasanya akan memilih untuk pergi ke kedai kopi untuk mendapatkan secangkir kopi kesukaannya. Tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian lainnya akan menyeduh kopi di rumahnya sendiri. Jika kamu menjadi bagian yang menyeduh kopimu sendiri di rumah, pertimbangan membeli biji kopi atau kopi yang sudah dihaluskan pasti kamu lalui. Sebenarnya, manakah yang lebih baik antara keduanya? Berikut ini hal-hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum membeli kopi menurut Mashed (9/2): 1. Rasa Kopi Bubuk Kurang Maksimal Membeli kopi bubuk memang lebih praktis karena bisa langsung diseduh di rumah. Tetapi jika kamu menginginkan rasa yang masih kuat dari kopi, sebaiknya hindari membeli kopi yang sudah dihaluskan. “Setelah digiling, kopi mulai mengoksidasi dan cepat kehilangan senyawa yang memberikan aroma, rasa manis dan rasa kompleksnya,” kata Margaret Nyamumbo, petani kopi asal Kenya. Baca Juga: Ini 5 Tips Minum Kopi yang Aman untuk Penderita Asam Lambung Kopi bubuk akan kehilangan rasanya karena melewati proses degassing saat dihaluskan. Degassing ini merupakan proses alami kopi melepaskan karbon dioksida yang terkumpul saat pemanggangan. Menyimpan kopi bubuk juga lebih sulit dibandingkan menyimpan biji kopi. Kopi bubuk harus disimpan dengan baik pada wadah kedap udara atau jika terjadi penyimpanan yang salah, kualitas kopi bubuk akan lebih cepat menurun. Beberapa tanda kopi basi bisa diidentifikasi melalui rasa yang kurang rata serta tidak ada gelembung yang muncul saat penyeduhan. Hal ini berarti gas baik yang menciptakan aroma dan rasa dalam kopi sudah hilang. 2. Kopi Bubuk Mudah Menyerap Aroma Saat membeli kopi bubuk dalam jumlah yang cukup banyak dan disiapkan untuk persediaan beberapa waktu pastikan kamu menyimpan kopi tersebut dengan baik dan benar. Penggunaan wadah, suhu dan bahan di sekitar kopi juga perlu diperhatikan agar tidak memengaruhi kualitas kopi. Kopi merupakan jenis kacang-kacangan yang mudah menyerap aroma dan rasa dari bahan makanan lain yang ada di sekitarnya. Terutama ketika kamu menyimpan bubuk kopi di dalam kulkas bersamaan dengan bahan makanan lainnya. Faktor lainnya, suhu dingin akan menyebabkan kondensasi atau pelepasan kelembaban dari bubuk kopi lebih cepat. Tentunya hal ini akan mudah memengaruhi rasa, aroma serta karakteristik alami dari kopi. “Permukaan kopi bubuk dapat menyerap rasa makanan lain. Ini bisa membuatmu mendapatkan secangkir (kopi rasa) bawang atau ikan,” kata Nyamumbo. 3. Kelebihan biji kopi “Jika kamu seorang pencinta kopi, (membeli) penggiling kopi adalah investasi terbaik yang bisa kamu lakukan,” kata Nyamumbo. Kopi bubuk dikatakan akan sangat mudah kehilangan rasa dibandingkan dengan biji kopi. Selain itu, tidak banyak toko kopi yang mau menggunakan biji kopi terbaiknya untuk menjadi kopi bubuk tanpa harga jual yang begitu tinggi. Memiliki penggiling kopi sendiri di rumah menjadi cara terbaik untuk kamu yang tidak bisa hidup tanpa kopi. Selain memastikan kualitas kopi yang bisa kamu lihat melalui bentuk fisik biji kopi, kamu juga bisa mengatur kehalusan kopi sesuai dengan metode penyeduhan yang kamu mau. Membeli biji kopi segar yang baru dipanggang dan menggilingnya di rumah juga akan menghasilkan secangkir kopi yang lebih segar. Kopi yang baru digiling dan langsung diseduh juga memberikan rasa dan aroma yang jauh lebih baik dan maksimal. Hal ini dikarenakan kopi tidak melalui proses oksidasi yang terlalu banyak. Sehingga saat diseduh gas pada kopi masih dalam terkandung secara maksimal dan membuat secangkir kopimu lebih nikmat.

February 16, 2021 / Comments Off on Lebih Baik Beli Biji Kopi atau Kopi Bubuk? Ini Perbedaan Keduanya
read more

Es Kopi dan Kopi ‘Cold Brew’, Apa Sih Bedanya?

Culinary

Bukan hanya jumlah kedai kopi yang terus bertambah, jenis kopi yang disajikan juga beragam. Seperti es kopi dan kopi cold brew yang disukai banyak orang. Kopi yang disajikan dingin cukup populer terutama di Indonesia dengan cuaca yang tropis. Iced coffee atau es kopi dan cold brew selalu ada dalam daftar menu rekomendasi setiap kedai kopi. Agar lebih paham dan tidak salah memesan, berikut penjelasan mengenai perbedaan iced coffe dan cold brew. Iced coffee atau es kopi benar-benar seperti namanya. Metode ini sangat praktis dan cepat. Pertama seduh kopi kemudian diamkan hiingga dingin, lalu tuangkan ke gelas, Tambahkan es batu dan gula cair jika suka. Tetapi, penyajian seperti ini dapat membuat rasa kopi makin lama makin encer karena lelehan es batu. Agar kopi tetap tpekat dan kuat dalam waktu lama, buatlah seduhan kopi lebih kuat dengan menambahkan bubuk kopi dua kali lipat saat menyeduhnya. Cara lainnya adalah dengan dengan membuat es batu dari kopi. Tuang air kopi yang telah didinginkan ke dalam cetakan es batu dan bekukan dalam freezer. Sementara cold brew tidak sesederhana es kopi. Itulah yang membuat cold brew lebih terasa pekat dan enak. Untuk membuatnya, kopi yang digiling kasar direndam dalam air dingin selama 12 jam. Semakin lama waktu perendaman, maka semakin kuat rasa dan aroma yang akan dihasilkan. Karena cold brow menghasilkan kopi yang lebih kuat dalam rasa dan aroma, penyajian dalam keadaan dingin. Tetapi jika ditambah dengan es biasa tidak akan merusak rasanya. Setelah kopi giling kasar direndam, langkah selanjutnya adalah menyaringnya. Cairan yang dihasilkan berkarakter kuat dan sangat nikmat jika dicampur dengan susu atau air dan disajikan dingin. Cold brew tidak menggunakan pemanasan atau tidak diseduh dengan air panas melainkan durasi perendaman untuk mendapatkan ekstrak kopi. Hasilnya terasa lebih pahit dan tidak terlalu asam sseperti iced coffee.

January 8, 2021 / Comments Off on Es Kopi dan Kopi ‘Cold Brew’, Apa Sih Bedanya?
read more

Cara Mengurangi Rasa Pahit Kopi Tanpa Gula, Pakai Bumbu Dapur Ini

Culinary,  Featured

Banyak orang suka aroma kopi, tapi tidak dengan rasanya yang pahit. Untuk mengatasinya, cara mengurangi rasa pahit kopi ini bisa jadi pilihan. Cukup pakai bumbu dapur ini. Kopi identik dengan rasa pahit, namun tak semua penikmat kopi bisa menolerir rasa ini. Karenanya beberapa orang suka menambahkan gula, susu, atau krim pada racikan kopi. Cita rasa pahit kopipun akan berkurang dan cenderung menjadi creamy serta manis. Tapi sebenarnya ada cara mengurangi rasa pahit kopi tanpa pakai gula atau pemanis lain. Kamu hanya perlu meracik kopi bersama garam. Makenzie Bryson Jackson, seorang Ilmuan Pangan dan Manajer Pengembangan Produk di Panaceutics menjelaskan soal penambahan garam pada kopi. “Saya pikir tren ‘garamkan kopi Anda’ mulai meningkat setelah sebuah penelitian dipublikasikan di Nature pada tahun 1997. Penelitian tersebut meminta partisipan merasakan dan menilai larutan garam dan pahit, manis dan pahit, dan garam yang dicampur dengan manis dan pahit,” ujar Bryson Jackson seperti dilansir dari Well and Good (28/11). “Anehnya mereka menemukan kalau garam jauh lebih efektif dalam menurunkan rasa pahit daripada larutan gula manis. Garam juga meningkatkan persepsi rasa manis secara keseluruhan,” lanjutnya. Trik menambahkan garam pada makanan agar rasanya lebih enak, ternyata juga berefek sama pada kopi. Selain mengurangi rasa pahit, penambahan garam juga memperkuat rasa kopi secara umum. Trik menambahkan garam pada makanan agar rasanya lebih enak, ternyata juga berefek sama pada kopi. Selain mengurangi rasa pahit, penambahan garam juga memperkuat rasa kopi secara umum. “Beberapa jumlah garam yang sempurna dapat meningkatkan rasa yang sekadar enak menjadi sesuatu yang benar-benar enak. Ini juga punya efek yang kuat untuk meningkatkan rasa yang baik dan mengurangi rasa yang buruk. Menariknya ini bisa diaplikasikan pada kopi,” kata Bryson Jackson. Lalu bagaimana cara meracik kopi dengan garam yang benar? Bryson Jackson menganjurkan untuk menambahkan sejumput atau dua jumput garam ke dalam racikan kopi. Jumlah garam tersebut bisa menekan reseptor lidah yang biasanya mengingatkan rasa pahit kopi. Menekan reseptor lidah itu juga memungkinkan kamu untuk menikmati rasa lain. Bryson juga menegaskan kalau setiap orang memiliki indera perasa yang berbeda. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan yang tepat untuk selera masing-masing. Kamu bisa menambahkan sejumput garam ke dalam kopi. Cermati rasanya. Kalau menurutmu rasanya masih pahit, tambahkan lagi garam sampai rasa pahitnya memudar. Jika sudah menemukan rasa yang pas, maka kamu bisa menikmati kopi tanpa rasa pahit.

December 10, 2020 / Comments Off on Cara Mengurangi Rasa Pahit Kopi Tanpa Gula, Pakai Bumbu Dapur Ini
read more

UNIKNYA KOPI REMPAH SEKANAK, KOPINYA PARA RAJA MELAYU

Culinary

Budaya minum kopi sudah jadi kebiasaan di sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun ada yang unik dari kopi yang ada di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Di sini, ada kopi rempah yang konon merupakan kopi yang diminum para raja dan sultan saat zaman kerajaan Riau dahulu. Kopi tersebut bernama kopi sekanak yang disajikan di sebuah kedai kecil di daerah Tanjung Unggat, Bukit Bestari, Tanjung Pinang. Di kedai kecil milik sastrawan Melayu yang juga dikenal sebagai Presiden Penyair Tanjung Pinang ini disajikan berbagai macam kopi rempah. “Di sini ada tiga macam, ada yang tujuh rempah, sembilan rempah, dan 11 rempah. Bedanya ada di jumlah rempah di dalamnya saja, juga khasiatnya,” jelas Dato Teja Alhabd, sang pemilik Kedai Kopi saat kunjungan bersama Kemenparekraf ke Pulau Penyengat. Pedas Kopi sekanak di sini memang ada tiga macam. Ketiganya terdiri dari campuran beberapa rempah yang berbeda. Namun, untuk kopi sekanak dengan resep paling dasar adalah kopi tujuh rempah. “Rempahnya ada cengkeh, ada kayu manis, ada akar bahar, ada sekancang laut, ada sekancang darat, ada sedikit pala, akar bakawali, asam limau purut. Kalau untuk yang campurannya pakai susu kambing dan madu, dia tidak pakai gula.” Menurut Teja, kopi sekanak ini telah ada sejak zaman kerajaan Melayu kuno dan telah tercatat dalam beberapa dokumen sejarah. Para raja dan sultan dahulu diketahui minum kopi ini setiap hari. “Saya dapat (resepnya) dari hasil penelusuran sejarah. Tidak ada yang tahu dan tercatat kopi ini ada sejak tahun berapa. Tapi kalau orang Melayu asli pasti tahu kopi sekanak ini,” jelas Teja Untuk penyajian dan cara minum kopi Sekanak ini pun cukup unik. Pasalnya, dalam setiap porsi disajikan minimal dua macam kopi. Gelas pertama adalah gelas kecil berisikan kopi tujuh rempah murni. Gelas ke dua adalah cangkir putih yang di dalamnya merupakan campuran kopi rempah dengan susu dan madu juga batang kayu manis. Untuk tata cara meminumnya, Teja kala itu mencontohkan langsung pada kami. Pertama, pengunjung harus minum sesendok kopi murni. Lalu meminum sesendok kopi susu yang belum diaduk. Setelahnya, minum kembali sesendok kopi murni, dan minum kembali sesendok kopi susu yang kali ini sudah diaduk sebelumnya menggunakan batang kayu manis yang tersedia. Begitu terus berulang kali dilakukan. Anehnya, setiap kali saya meminum dua gelas kopi tersebut, selalu memberikan rasa dan sensasi yang berbeda. Dalam kopi rempah tersebut, rasa rempahnya cukup terasa. Khususnya rasa kayu manis yang muncul dari segelas kopi susu tersebut. Rasa yang muncul terkadang pahit, tapi ada juga manis, dan sedikit asam terasa dari kopi rempah murni setiap kali saya selesai menyesap kopi susu yang manis. “Kopi hitam itu jadi asam karena rasanya bercampur dengan madu yang ada di kopi susu,” ujar Teja. Selain dua gelas kopi tersebut, pengunjung juga disediakan segelas air sri delima atau merupakan air berwarna merah muda yang diperoleh dari rendaman kayu sepang (secang). Air ini terasa tawar, tapi katanya memiliki banyak khasiat. “Sri delima ini untuk menetralkan rasa. Ia juga punya banyak manfaat untuk fisik kita terutama wanita, bisa membuat sekujur tubuhnya harum.” Terakhir, bagi para pemesan kopi 11 rempah, akan diberikan juga segelas air lima akar tunggang. Air lima akar tunggang ini konon katanya memiliki banyak khasiat salah satunya untuk kekuatan pinggang. Untuk meminum kopi ini, pengunjung juga diberikan sebuah kue bernama kue batang buruk sebagai makanan pendamping. Walaupun disajikan dalam keadaan panas, kopi ini juga enak dinikmati dengan sedikit es yang ternyata mampu membuat konsistensi kopi semakin mengental. Untuk mencobanya, kamu harus merogoh kocek sebesar Rp 10.000 – Rp 50.000 untuk satu set kopi rempah. Tak hanya itu saja, kamu juga bisa mencoba beberapa cemilan seperti singkong goreng, lopis, dan ubi goreng. Kedai Kopi Sekanak buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 00.00 WIB.

December 13, 2019 / Comments Off on UNIKNYA KOPI REMPAH SEKANAK, KOPINYA PARA RAJA MELAYU
read more

5 Alasan Untuk Tidak Mengonsumsi Kopi Instan

Culinary,  Featured

Segala yang instan belum tentu baik. Oleh karena itu, kopi instan seringnya tak dianjurkan untuk dikonsumsi. Masyarakat Indonesia (dan juga dunia) masih banyak yang mengkonsumsi kopi instan dikarenakan efisiensi waktu dan juga rasanya yang (katanya) enak. Kopi instan muncul pada first wave era ketika pada masa itu industri kopi sedang tergila-gila dengan sesuatu yang praktis dan mudah. Juga pada masa itu masih berkecamuk Perang Dunia sehingga kelahiran kopi instan disambut sangat baik oleh para tentara yang membutuhkan konsumsi kafein di medan perang. Kopi instan menjadi idola pada masanya dan masih menjadi salah satu kopi yang banyak dikonsumsi. Tapi tahukah kamu kopi instan bukanlah kopi yang baik untuk dikonsumsi secara terus menerus? Jika kamu belum tahu alasan untuk tidak mengkonsumsi kopi instan, berikut kami paparkan untuk kamu semua. Kopi Instan Diolah dengan Tidak Alami Banyak zat kimia yang terlibat sangat kopi instan diolah. Tak seperti menyeduh kopi segar, kopi instan telah diciptakan sedemikian rumit agar dapat dinikmati dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Kopi instan memakan banyak sekali zat kimia yang jika dipaparkan terdengar sangat mengerikan. Banyak bahan pengawet yang digunakan untuk campuran kopi yang membuat kopi instan tahan lama. Kopi Instan Bukanlah Kopi tapi Perasa Kopi Bisakah kamu bayangkan secangkir kopi instan yang dikemas sedemikian rupa dengan rasa manis dan pahit yang nikmat tapi dijual dengan harga yang sangat rendah? Ya, kopi yang segar, sehat dan datang dari biji yang berkualitas takkan mungkin dijual murah. Ada sebuah tanda tanya besar kenapa kopi instan bisa dijual dengan sangat murah. Jawabannya adalah karena kopi instan tidak mengandung kopi 100% tetapi perasa kopi buatan yang rasanya tentu mirip kopi. Jadi yang kamu minum selama ini bukanlah kopi, tapi semacam minuman RASA kopi. Kopi Instan Tak Mengandung Anti-Oksidan Seperti diketahui bahwa kopi mengandung anti-oksidan alami yang kaya akan asam klorogenat yang mampu membantu melindungi tubuh terhadap radikal bebas yang berbahaya. Juga anti-oksidan yang terkandung dalam kopi mampu membantu melawan sel penuaan. Dan kopi instan tentu tidak mengandung antioksidan yang dibutuhkan tubuh. Proses pembuatan kopi instan yang tak alami menghilangkan anti-oksidan yang ada di dalam kopi. Itu kenapa kopi instan tak baik untuk dikonsumsi. Kopi Instan Tidak Memberikan Nikmatnya Pengalaman Menyeduh Kopi Dengan mengkonsumsi kopi instan tentu kamu tak akan mengalami kenikmatan proses menyeduh kopi. Mulai dari bermain dengan temperatur air, bermain dengan rasio, aneka biji kopi dengan beragam flavor, serta menggunakan beragam alat seduh yang menyenangkan. Kopi instan yang bersifat praktis takkan memungkinkan kamu melatih skill menyeduh kopi yang sebenarnya bisa kamu kembangkan. Kopi Instan Tak Memungkinkan Kamu Mengeksplorasi Kopi instan hanya terbatas pada satu rasa kopi. Kopi instan jelas membatasi kamu mengeksplorasi kopi. Apa yang disajikan pada kopi instan, itulah yang kamu rasakan. Berbeda dengan kopi yang dihasilkan dari biji segar. Dengan kopi jenis ini kamu bisa mengeksplorasi cita rasa kopi dari berbagai bagian. Berbeda cara seduh, berbeda rasa yang kamu dapatkan. Berbeda tingkat kehalusan, berbeda pula rasa yang kamu dapatkan. Pada kopi instan, hal-hal ini sudah pasti tidak bisa kamu dapatkan. Sudah tahukan kenapa kamu seharusnya tak mengonsumsi kopi instan? Semoga artikel ini membantu ya.

December 5, 2019 / Comments Off on 5 Alasan Untuk Tidak Mengonsumsi Kopi Instan
read more

Budaya “ngopi” ala Suku Sasak

Culinary

Kopi hitam tradisional Lombok terbuat dari biji kopi mentah yang disangrai dalam wajan terbuat dari tanah liat, hingga gosong menghitam dan menghasilkan aroma harum khas. Kemudian dicampur sedikit beras dan sedikit kelapa yang diiris kecil, dan selanjutnya ditumbuk halus sehingga dapat mengasilkan serbuk kopi yang siap diseduh. “Kopi hitam yang diracik secara tradisional akan menghasilkan cita rasa kopi yang berbeda dari pada kopi kemasan bagi penikmatnya,” kata warga Pagutan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Inaq Hamidah. Tradisi mengopi bagi masyarakat Suku Sasak Lombok telah turun temurun dari generasi ke generasi, dalam setiap kegiatan maupun acara apapun. Bahkan, dalam kunjungan bertamu, minuman kopi selalu menjadi suguhan yang wajib menemani hidangan makanan. “Terutama bagi kaum laki-laki,” kata Ahmad Jaba`i yang telah menikmati kopi sejak 40 tahun lalu. Kebiasaan turun temurun ini, ia miliki sejak berusia belia hingga sekarang. “Sekarang kalau tidak minum kopi ia akan merasa pusing dan hampa,” katanya. Ketika menjajaki setiap pedesaan di seluruh wilayah Pulau Lombok dari Lombok Barat hingga Lombok Timur, dari ujung selatan Lombok sampai ujung utara, pasti akan dijumpai tradisi masyarakat yang fanatik terhadap kopi. Kalau lah kunjungan ke setiap desa, harus singgah di 10 rumah, maka akan dijumpai suguhan 10 cangkir kopi hangat. Jaba`i yang juga tokoh masyarakat Lingkungan Pagutan itu, menambahkan setiap kali berkunjung ke rumah warga pasti tuan rumah akan mengeluarkan secangkir kopi. “Sekiranya kita mendatangi 10 rumah maka 10 cangkir kopi yang akan kita minum,” katanya. Muncullah pertanyaan tentang apa alasan warga Suku Sasak Lombok begitu mencintai kopi sehingga selalu menomorsatukan minuman itu sebagai suguhan dalam menjamu tamu. Dahulu kala, para orang tua suku itu hanya memiliki kopi, tidak ada menu minuman lain, seperti teh atau susu. “Memang daerah Pulau Lombok sudah menjadi daerah penghasil kopi,” katanya. Selain itu, pada masa kerajaan, kopi menjadi minuman favorit keluarga kerajaan sehingga masyarakat Lombok melestarikan kebiasaan yang baik itu. Ketika menjamu tamu, mereka memberikan sajian yang terbaik bagi tamunya itu. Kopi memiliki efek yang sangat luar biasa dari segi psikologis masyarakat, baik dari komunikasi, hubungan, dan kekerabatan. Kopi menjadi media transmisi atau penyambung hati masyarakat dari yang tidak saling kenal menjadi kenal, yang tidak akrab menjadi semakin akrab. “Dan bahkan, apa saja bisa diperbincangkan panjang lebar dengan menikmati secangkir kopi,” kata salah seorang penikmat kopi Mataram, Ukok. Setidaknya, melalui kopi hangat bisa bersahabat dengan orang yang sebelumnya tidak dikenal satu sama lain. Bahkan, Laman kopi keliling pernah menyebutkan 90 persen orang Lombok selalu singgah di warung kopi dalam setiap perjalanan mereka. Daerah Penghasil Kopi Berdasarkan catatan salah media dalam jaringan di daerah itu, Desa Prabe, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat merupakan bekas Kerajaan Prabe yang menjadi desa penghasil kopi terbaik sejak 1977. Daerah Sembalun, Lombok Timur juga pernah dikenal sebagai penghasil kopi Arabika. Pada 1962, warga Sembalun melakukan kerja sama dengan pemerintahan saat itu, seperti usaha kredit tani dengan melakukan penanaman bibit kopi Arabika di wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani, di ketinggian 1.300 hingga 1.600 meter dari permukaan air laut. Namun, pada 1969 para petani mengalami panceklik dan tidak mampu membayar tunggakan kredit. “Warga saat itu mengganti bayarannya dengan menyerahkan lahan tanah mereka kepada pemerintah saat itu, kata tokoh pemuda Sembalun Lawang, Rusmala. Mulai saat itulah usaha kopi di Lombok redup. Warga kemudian beralih pekerjaan menjadi petani sayuran, sedangkan kebun kopi mereka diserahkan kepada pemerintah. Kendati demikian, sebagian warga Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung sengaja membawa bibit pohon kopi yang tersisa. Mereka menanamnya di depan pekarangan rumahnya untuk sekadar penghias halaman rumah. Pemilik rumah memetik buah kopi hanya untuk membarterkan dengan kebutuhan sehari-hari di pasar, dan sebagian disimpan untuk minuman pribadi dan suguhan ketika ada acara keluarga, serta menerima tamu. Sebenarnya, budaya ngopi itu sudah tertuang dalam sastra Arab, bahwa kebiasaan ngopi dipraktikkan oleh para ulama ahli sufi pada masa lalu. Hal itu untuk bisa konsentrasi dalam menulis dan ibadah kepada Allah SWT. Ahli sufi Al Imam Ibnu Hajar Al Haitami menyebutkan, “Lalu ketahuilah duhai hati yang gelisah bahwa kopi ini telah dijadikan oleh ahli shofwah (orang orang yang bersih hatinya) sebagai pengundang akan datangnya cahaya dan rahasia Tuhan, penghapus kesusahan”. Oleh karena itu, biasakan menikmati secangkir kopi dengan tidak menggunakan gula agar terasa lebih afdal. Selamat “ngopi”!?

February 8, 2019 / Comments Off on Budaya “ngopi” ala Suku Sasak
read more

Hikayat Jenang Kopi dari Dataran Tinggi Kopi-Kopi Juara

Culinary

Belakangan, bisnis kopi tampak semakin moncer saja. Pun di daerah-daerah yang memiliki kopi khas, termasuk Banjarnegara, Jawa Tengah. Kopi Arabika dataran tinggi Kalibening, Banjarnegara memenangkan Festival Kopi Nusantara 2017 di Bondowoso, 25-26 Agustus 2017 lalu. Kopi arabika Kalibening mendadak tenar dan menjadi buruan para penikmat kopi dari seluruh Indonesia. Adalah Galih Febianto (29) yang melakukannya. Pemuda asli Wanadadi Banjarnegara itu merupakan orang di balik kemenangan kopi arabika Kalibening menjadi pemenang Festival Kopi Nusantara 2017. Kopi ini menjadi kopi arabika terbaik setelah menyisihkan 9 kopi arabika terbaik dari berbagai penjuru tanah air, yakni kopi Arabika Toraja, Samboga Bandung, Prigen Pasuruan, Kledung Temanggung, Ijen Raung Bondowoso, Flores Bajawa Ngada, Bumiaji Batu, Bowongso Wonosobo, dan kopi arabika Bandung. Yang kedua adalah kopi robusta Gondo Arum, Banjarnegara yang meraih juara ketiga dalam kontes kopi bergengsi, Indonesia Specialty Coffee Contest 2018. Kemenangan petani atas nama Imam Sarjidin ini menunjukkan bahwa kopi-kopi dari Banjarnegara memang juara. Permintaan kopi Robusta dari Dusun Gintung, Binangun Kecamatan Karangkobar pun langsung meningkat pesat. Konsumen tak hanya berasal dari dalam negeri. Pasar luar negeri pun sudah meliriknya. Jepang misalnya, ingin dikirimi kopi Gondo Arum sebanyak 2.000 ton per tahun. Padahal, produksi kopi baru mencapai 500 ton per tahun. Berkah kemenangan ternyata tak hanya dinikmati Galih dan Imam semata. Para petani kopi di Banjarnegara kini lebih percaya diri karena produk kopi mereka kini tersohor dan nilai jualnya meningkat.

November 1, 2018 / Comments Off on Hikayat Jenang Kopi dari Dataran Tinggi Kopi-Kopi Juara
read more

Desa di Lamongan Ini Buat Inovasi Racikan Kopi Mangrove yang Unik

Culinary

Setelah biji buah juwet diolah jadi kopi, kini Lamongan perkenalkan inovasi kopi baru Kopi Mangrove. Kopi ini hasil inovasi salah satu desa di wilayah barat Pantura Lamongan. Selain sebagai tanaman penahan ombak, pohon mangrove ternyata memiliki manfaat lebih. Biji buah mangrove oleh warga Desa Tunggul, Kecamatan Paciran dimanfaatkan sebagai salah satu varian kopi. Bahkan, produk kopi mangrove yang sudah dibuat sejak setahun lebih ini kini dipasarkan oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat. “Kopi dari biji buah mangrove ini sudah kami buat sejak setahun terakhir ini,,” kata salah satu pengurus BUMDes, Aziz Fanani. Aziz mengaku, kopi Mangrove inovasi Desa Tunggul ini berbeda dengan kopi biasanya. Pasalnya, kopi mangrove yang diberi label Bravo ini dipadukan dengan kopi exelsa sehingga memiliki aroma dan rasa yang khas. “Mangrovenya kami mix dengan bubuk kopi jenis Exelsa,” tutur Aziz. Cara pembuatan kopi mangrove khas dari Desa Tunggul ini, bisa dibilang sangat mudah. Awalnya, buah mangrove diambil bijinya untuk kemudian dikeringkan dengan cara dijemur. Setelah kering, lanjut Aziz, biji buah mangrove ini kemudian dirajang kecil-kecil atau bisa juga diparut menggunakan parutan kelapa. “Setelah diparut dan dikeringkan, biji mangrove ini dicampurkan dengan biji kopi exelsa untuk digiling,” tutur Aziz. Setelah proses ini kopi mangrove siap untuk dinikmati. Kopi yang sudah diproduksi sejak setahun lalu ini sudah secara rutin dipasarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia. Seperti Semarang, Malang dan Surabaya. Setiap bulannya, BUMDes Tunggul mengirimkan 10 kilogram Kopi Mangroveke Semarang, dan 5 kilogram ke Malang dan Surabaya. Setiap kemasan 150 gr Kopi Mangrove kami dijual dengan harga Rp 85 rib. Mereka juga memiliki café sendiri di Desa Tunggul bagi pecinta kopi yang penasaran ingin mencicipi kopi mangrove ini. Untuk diketahui, Kopi Mangrove hanya salah satu upaya BUMDes Tunggul mendayagunakan sumber daya yang ada di pesisir pantura. BUMDes Tunggul yang saat ini mengelola aset senilai Rp 1,2 miliar ini juga memiliki bidang usaha lain, seperti usaha pengeringan menggunakan mesin vacuum fryer. “Kami nanti juga berencana membuat wisata dermaga warna di Desa Tunggul yang dilengkapi dengan arena swafoto di laut,” jelasnya.

October 31, 2018 / Comments Off on Desa di Lamongan Ini Buat Inovasi Racikan Kopi Mangrove yang Unik
read more

Posts pagination

1 2 Next
Royal Elementor Kit Theme by WP Royal.