Saat mendengar Arabika dan Robusta, apa yang ada di benak Anda? Biasanya, kami akan mendapatkan jawaban seperti ini: “Arabika itu manis, Robusta itu pahit,” atau “Arabika itu harganya mahal, kalau Robusta lebih murah.” Kedua jawaban diatas memang benar adanya. Sebenarnya, apa yang membuat Arabika dan Robusta begitu berbeda? Kali ini kami akan mengulas lebih dalam soal perbedaan kedua jenis kopi ini. Kopi Arabika Jangan tertipu dengan namanya, Arabika adalah jenis kopi yang berasal dari dataran tinggi Ethiopia Barat. Kenapa namanya disebut Arabika? Menurut sebuah sumber, kopi ini dinamakan Arabika karena pada abad ke-7, biji kopi ini dibawa sebuah daerah dataran rendah di Arab. Umumnya jenis kopi ini tumbuh pada ketinggian sekitar 3.000-7.000 kaki di atas permukaan laut. Daerah subtropis adalah daerah yang ideal untuk kopi Arabika, karena umumnya daerah tersebut punya tanah gembur (atau tanah vulkanik), curah hujan merata, serta sinar matahari cukup, yang membuat Arabika dapat tumbuh dengan baik. Namun, Arabika adalah jenis kopi yang tidak mudah untuk dirawat. Tanaman kopinya cukup rentan terhadap hama dan penyakit. Arabika juga merupakan jenis kopi paling populer di dunia. Menurut statistik, tahun 2017 dan 2018, produksi kopi Arabika di seluruh dunia mencapai sekitar 94,88 juta (standar 60kg). Tahun 2019 mendatang, produksi kopi Arabika di dunia diperkirakan akan melampaui 101 juta (standar 60kg). Kopi Arabika rasanya seperti apa? Jika Anda pernah minum wine, maka Anda akan paham kenapa kopi ini disebut-sebut sebagai Merlot-nya kopi. Rasanya manis namun umumnya ringan saat diminum. Secangkir kopi Arabika bisa digambarkan aromatik dan kaya akan rasa. Ini sebabnya, jika Anda membeli kopi Arabika di kedai kopi, Anda dapat melihat tasting notes pada kemasannya, misalnya: floral, fruity, orange, buttery, chocolate, caramel, dan lainnya. Kopi Arabika Fun Facts: Arabika memiliki kadar kafein 2x lebih rendah daripada Robusta. Kadar gula pada kopi Arabika 2x lebih tinggi dibandingkan kopi Robusta Arabika juga memiliki acidity lebih tinggi dibandingkan Robusta Kopi Arabika harganya lebih mahal dibandingkan kopi Robusta, dikarenakan lebih sulit merawat tanaman kopi ini hingga waktu panen Biji kopi Arabika bentuknya oval dan ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan biji kopi Robusta Kopi Arabika seperti apa yang menjadi favorit Anda? Kopi Robusta Berbeda dengan Arabika, kopi Robusta berasal dari Afrika Barat dan tumbuh pada dataran yang lebih rendah dan suhu lebih tinggi. Produksi kopi Robusta menyumbang sekitar 30% dari total produksi kopi di dunia, dimana Vietnam adalah negara pengekspor terbesarnya. Dari statistik, tahun 2017 dan 2018, produksi kopi Robusta di seluruh dunia mencapai sekitar 64.89 juta (standar 60kg). Tanaman kopi Robusta jauh lebih mudah untuk ditanam dan dirawat, bahkan dapat memberikan hasil panen yang lebih banyak dibandingkan Arabika. Rahasia ketahanan tanaman kopi Robusta juga terletak pada kandungan kafein dan asam klorogeniknya yang tinggi, yang berfungsi sebagai pestisida alami untuk melindungi diri dari serangan hama dan penyakit. Hal ini juga menjadi alasan utama mengapa dari sisi harga, Robusta jauh lebih murah dibandingkan Arabika. Robusta tidak repot dan mudah sekali ditanam dibandingkan Arabika 🙂 Kopi Robusta rasanya seperti apa? Umumnya, Robusta sering digambarkan sebagai kopi yang pahit atau tajam dengan karakter rasa seperti kayu dan karet. Pahit atau bitter ini berasal dari kandungan kafein yang lebih tinggi pada Robusta jika dibandingkan dengan Arabika. Jika Anda hanya sekedar mencari kafein Robusta adalah pilihan terbaik! 🙂 Kopi Robusta Fun Facts: Robusta memiliki kadar kafein lebih tinggi dibandingkan Arabika Kadar gula pada kopi Arabika jauh lebih rendah dibandingkan kopi Arabika Robusta memiliki acidity lebih rendah dibandingkan Arabika Kopi Robusta harganya jauh lebih murah dibandingkan kopi Arabika, dikarenakan merawat tanaman kopi ini cukup mudah Biji kopi Robusta bentuknya bulat dan ukurannya lebih kecil dibandingkan biji kopi Arabika Walaupun seringkali dikaitkan dengan kopi bubuk instan, kopi Robusta juga dapat dinikmati seperti layaknya menyeduh kopi Arabika menggunakan metode seduh tertentu. Jangan salah, Robusta juga ada tingkatan atau grade-nya lho! Beberapa jenis Robusta berkualitas tinggi dijual dengan harga lebih tinggi karena menghasilkan rasa yang kental (deep flavour) dan krema yang bagus untuk membuat espresso. Kopi Robusta seperti apa yang pernah Anda coba? Ada satu hal yang menarik yang kami sadur dari Perfect Daily Grind. Walaupun kopi Robusta kurang populer dibandingkan Arabika, sudah mulai ada pergeseran pendapat dari pecinta kopi Robusta ini. Adalah Gabe Shohet, co-founder dari Black Sheep Coffee di London, Inggris. Beliau mendirikan kedai kopi ini bersama teman-temannya karena mereka punya visi sama: ingin secangkir kopi yang lebih strong, full-bodied, dan punya kadar kafein tinggi. Ketika sebagian besar orang mulai lebih banyak mencari kopi Arabika, Gabe Shohet dan kedai kopinya justru menyuguhkan Robusta. Karena kecintaannya yang amat dalam terhadap kopi Robusta, dengan tekad penuh ia melakukan beragam eksperimen untuk membuktikan bahwa Robusta juga patut dipertimbangkan keistimewaannya layaknya Arabika. Dalam perjalanannya tersebut, ia menemukan produsen specialty coffee Robusta yang pertama di dunia: The Sethuraman Estate yang berada di India. Produsen kopi tersebut melakukan seluruh proses layaknya kebun kopi Arabika: memetik buah ceri kopi dengan tangan, mencucinya, dan mengeringkannya. Gabe menggambarkan hasil seduhan kopi Robusta ini memiliki profil cita rasa yang melebihi Arabika. Minuman dengan tingkat kafein tinggi ini bahkan dapat menghasilkan tasting notes kenari dan coklat. Menarik sekali ya? Pada akhirnya, minum atau menyeduh kopi akan kembali ke selera pribadi. Jika sebelumnya Anda lebih menyukai kopi Arabika, tak ada salahnya pula mencoba kopi Robusta sebagai perbandingan dan menghilangkan rasa penasaran. Siapa tahu, Anda justru akan menyukainya! 😉
Mengapa Ketinggian Menghasilkan Rasa Kopi Berbeda?
Kopi dikenal sebagai salah satu minuman yang memiliki karakter unik. Umumnya, masyarakat mengenal kopi dengan cita rasa yang pahit dan bisa dipadukan dengan bahan lainnya seperti susu. Namun, bagi mereka yang mengenal kopi begitu mengerti banyaknya jenis dan cita rasa kopi. Cita rasa kopi yang dihasilkan dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti tanah, ketinggian atau altitude, tekanan udara, proses pascapanen. Tak jarang kami mendengar pertanyaan beberapa hal yang dapat mempengaruhi rasa kopi, salah satunya tentang ketinggian tanaman kopi. Ketinggian tanaman biji kopi hingga saat ini memiliki ketertarikan bagi penikmat kopi. Hal tersebut menjadi salah satu alasan seseorang memilih kualitas biji kopi. Tak heran jika pada setiap kemasan biji kopi yang dijual selalu dicantumkan ketinggian tanaman dan catatan rasa kopi tersebut. Ketinggian dan suhu Tahukah Anda bahwa ketinggian tanaman kopi dapat menentukan bentuk biji kopi yang dihasilkan? kopi yang ditanam di ketinggian lebih dari 1300 mdpl, secara fisik memiliki bentuk yang lebih padat dan garis tengah yang lebih merapat dan berbentuk zig-zag. Hal tersebut terjadi karena tingkat kelembaban dan kondisi udara yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan kopi yang cenderung lambat. Kopi yang ditanam pada ketinggian tersebut adalah biji kopi arabika. Tak heran jika kopi arabika memiliki waktu produksi yang lebih lama. Beda halnya dengan biji kopi robusta yang ditanam pada ketinggian kurang dari 800 mdpl. Tanaman kopi tersebut bisa dibilang memiliki ketahanan yang lebih kuat dari biji kopi arabika. Kopi robusta masih bisa tumbuh di level ketinggian berapa pun. Bahkan biji kopi robusta bisa saja ditanam di halaman rumah Anda. Berbeda dengan biji kopi arabika yang memiliki ketahanan lebih rentan terkena penyakit pada tanaman kopi tersebut. Melihat hal itu, kita dapat melihat bahwa ketinggian tanaman kopi memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kopi dan bentuk biji kopi. Mengapa demikian? Bagaimana dengan cita rasa kopinya? Seperti yang dilansir dalam buku ‘The Little Coffee Know it All’ yang ditulis oleh Shawn Steiman, ia menjelaskan bahwa pada sebuah penelitian terhadap tanaman sayur, seperti selada dan lobak yang ditanam pada tekanan udara yang rendah peneliti merasakan adanya perbedaan terhadap daun selada yang tumbuh di tekanan udara yang berbeda. Begitu juga dengan tanaman lobak yang tidak bereaksi, kecuali pada tekanan udara yang lebih rendah. Uniknya, rasa dan senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman sayur tersebut tidak berubah. Lalu, bagaimana dengan tanaman kopi? Di buku tersebut ia memaparkan bahwa adanya perubahan yang sama pada tanaman selada dengan tanaman kopi, karena keduanya merupakan benih. Sepertinya tekanan udara tidak dapat mempengaruhi rasa kopi. “Ketinggian dan letak garis lintang memang penting, tetapi yang perlu Anda ingat justru pengaruh keduanya terhadap suhu wilayah tanam, yang mempengaruhi karakter rasa minuman favorit Anda,” tulis Shawn Steiman. Jika berbicara tentang ketinggian tanaman, khususnya pada tanaman kopi, menurut Steiman sejauh ini tekanan udara menjadi salah satu faktor yang menjadi perbedaan pada ketinggian tanaman. Semakin tinggi ketinggian tanaman, maka akan semakin rendah suhunya. Dari berbagai penelusurannya, ternyata suhu dapat mempengaruhi pertumbuhan berbagai tanaman. Salah satu jurnal menyatakan bahwa pertumbuhan, produktivitas, mutu, serta cita rasa kopi juga ditentukan oleh beberapa faktor, seperti sifat kimia tanah. Ketinggian lahan tanaman kopi berpengaruh terhadap curah hujan dan suhu udara. Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa semakin tinggi tanaman kopi, maka suhu udara akan semakin rendah dan curah hujan semakin tinggi. Dalam jurnal tersebut pun menerangkan bahwa keadaan iklim seperti itu membuat tanahnya semakin subur. Mengingat faktor iklim tersebut, rupanya dapat memengaruhi proses penguraian bahan organik dan komposisi kimia pada tanah, serta proses kematangan buah kopi. Ketika mengetahui komposisi kimia tanah, hal ini dapat menentukan dalam memilih lokasi penanaman buah kopi, serta dosis pupuk yang sesuai dengan kriteria dan kebutuhan tanaman. Sama tingginya, beda rasanya Kata Steiman, perbedaan suhu yang terjadi tidak hanya berdasarkan tingkat ketinggian di suatu wilayah, melainkan juga pada garis lintang. Sebagai contoh, Steiman menjelaskan bahwa suhu udara di Hawaii dengan ketinggian 765 mdpl lebih sejuk daripada suhu udara di Kolombia di wilayah yang memiliki ketinggian 765 mdpl. Ini menjelaskan bahwa secara geografis Hawaii memiliki jarak lebih jauh dari garis lintang khatulistiwa, jika dibandingkan dengan Kolombia. Meskipun ketinggiannya sama di wilayah berbeda, rasa yang dihasilkan akan berbeda karena adanya perubahan suhu tersebut. Perbedaan suhu udara antara wilayah satu dengan wilayah lainnya tidak semata karena ketinggian, melainkan dapat dihitung berdasarkan ketinggian dengan garis lintangnya. Semakin jauh garis lintang pada ketinggian tertentu, maka akan semakin rendah suhu udaranya. “Apakah semakin tinggi tanaman kopi hasilnya akan lebih baik?” Kopi yang ditanam pada ketinggian lebih dari 800 mdpl diakui memiliki karakter rasa yang berbeda, seperti tingkat keasaman, aroma dan cita rasa yang lebih bervariasi. Jika Anda sering menemukan kopi dengan cita rasa yang bervariasi, seperti buah-buahan tropis, berries, orange, coklat, kacang, dan varian rasa lainnya, kemungkinan besar kopi tersebut memang berasal dari tanaman > 800 mdpl. Sedangkan, untuk kopi yang ditanam di ketinggian yang lebih rendah memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah dan karakter rasa yang lebih sedikit. Bagaimana dengan curah hujan? Berbicara soal faktor alam yang satu ini, pada tanaman kopi arabika dan robusta memiliki kebutuhan curah hujan yang berbeda. Sebelum membahas lebih lanjut, curah hujan adalah ketinggian air hujan yang terkumpul di tempat yang datar, tidak mengalami penguapan, tidak meresap, serta tidak mengalir. Curah hujan tersebut memiliki perhitungan dalam satuan milimeter (mm). Selain ketinggian tanaman kopi, curah hujan juga memiliki pengaruh terhadap kualitas tanaman kopi. Dari dua jenis kopi yang ada, yaitu kopi arabika dan robusta memiliki kebutuhan curah hujan yang berbeda. Kopi arabika umumnya membutuhkan curah hujan sekitar 1200-2200 mm per tahun. Alasannya, pada jenis kopi ini tidak menghasilkan buah yang banyak. Apabila curah hujannya lebih dari 2200 mm per tahun, akan rentan menurunkan kualitas buah kopi. Selain itu, jika curah hujan pada tanaman kopi arabika terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan tanah. Sebaliknya, untuk tanaman kopi robusta membutuhkan curah hujan yang tinggi, yaitu sekitar 2200-3000 mm per tahun. Ya, jelas berbeda dengan tanaman kopi arabika, karena tanaman kopi robusta lebih ‘kuat’ dan bisa ditanam di ketinggian yang rendah, yaitu <800 mdpl yang memiliki suhu lebih tinggi, yaitu 18-36˚C. Di temperatur yang lebih tinggi, tanaman kopi tersebut juga membutuhkan curah hujan yang lebih tinggi. Jika tidak, maka buah kopi
11 Tips Budidaya Tanaman Kopi
Tips budidaya kopi supaya bisa poduktif hingga 20 tahun. Apalagi, komoditas perkebunan ini paling banyak diperdagangkan. Pusat budidaya kopi ini terdapat di Amerika latin, Asia-Pasifik, Amerika tengah dan juga Afrika. Sedangkan untuk konsumen kopi terbesar berada di negara-negara di benua Eropa dan juga Amerika utara. Ada dua jenis varietas utama tanaman kopi yang banyak digunakan yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan kopi robusta (Coffea robusta). Tapi selain dua jenis kopi tersebut adapula varietas turunan atau subvarietas dari kopi arabika dan robusta. Berikut tips budidaya tanaman kopi robusta yang dikutip dari Cybex Pertanian, Rabu (17/3/2021): 1. Syarat Tumbuh Ketinggian sekitar 800-1500 mdpl,Curah hujan sekitar 2000-3000 mm/tahun,Suhu udara optimal sekitar 21-24 derajat celcius. Struktur tanah yang gembur dan kaya baham organik. 2. Persiapan Bibit Kopi Robusta Bibit kopi robusta dapat diperoleh dengan dua cara yaitu cara generatif menggunakan biji dan vegetatif menggunakan cara okulasi dan kultur jaringan. Namun umumnya para petani menggunakan cara generatif yang lebih sederhana dan ekonomis walaupun memiliki kelemahan tidak 100% memiliki sifat unggul dari tanaman induk. Bibit dipilih dari tanaman induk yang sehat, telah berproduksi sekitar 4-5 kali, serta toleran terhadap hama dan penyakit. Kopi yang akan dijadikan bibit dipetik yaitu kopi yang sudah masak fisiologi atau telah merah. Selanjutnya pisahkan kulit dari biji, lalu biji dicuci dan dikering anginkan tidak terkena cahaya matahari untuk dilakuka persemaian atau perkecambahan biji selama sekitar 2,5 bulan dengan menggunakan media tanah dan pasir. Ukuran media semai tersebut yaitu sekitar 10x120x35 cm dan ditutupi atau dinaungi dengan jerami atau alang-alang kering. Jika sudah benih sudah berkecambah, benih dipindah tanamkan ke dalam polibag dengan media tanam berupa campuran tanah dengan pupuk kandang. Tanam benih dalam polibag tersebut. Bibit dapat dipindah tanamkan ke lahan tanam setelah berumur sekitar 5-6 bulan. 3. Persiapan Lahan Tanam Lahan yang akan digunakan untuk menanam atau budidaya kopi robusta dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya.Selanjutnya lakukan penggemburan tanah lahan dengan cara dicangkul atau dibajak. 4. Penanaman Tanaman Pelindung Untuk mengurangi intensitas cahaya langsung ke tanaman pada fase kritis 1-2 tahun, menjaga kelembaban serta dapat menjadi bahan pupuk organik maka perlu dilakukan penanaman tanaman atau pohon pelindung berupa pohon lamtoro. Pohon lamtoro ditanam 2-3 bulan sebelum bibit kopi robusta di tanam pada lahan denga pola tanam berpagar ganda atau membentuk persegi empat. 5. Penanaman Kopi Robusta Jika pohon pelindung telah ditanam, selanjutnya 1-2 minggu sebelum tanam buatlah lubang tanam dengan ukuran sekitar 40 x 40 x 40 cm dan beri jarak antar lubang sekitar 2,5×2,5 meter.Selanjutnya lakukan penanaman bibit kopi robusta. Buka polybag bibit dengann hati-hati selanjutnya letakkan bibit pada lubang yang telah disiapkan lalu timbun kembali dan padatkan. 6. Perawatan Tanaman Kopi Robusta Penyulaman sebelum tanaman kopi berumur seminggu setelah tanam, lakukan penyulaman pada tanaman kopi yang tumbuh tidak normal atau mati dan ganti dengan tanaman kopi yang baru. 7. Penyiangan Lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang ada di lahan.Penyiangan tersebut dapat dilakukan secara manual menggunakan koret atau yang lainnya atau bisa juga secara kimiawi dengan menggunakan herbisida. 8. Pembubunan Pembubunan adalah menaikan tanah tepat disekitar tanaman kopi dengan tujuan untuk menggemburkan tanah. Pembubunan ini dilakukan bersamaan dengan penyiangan. 9. Pemupukan Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur sekitar 2 bulan setelah tanam dengan menggunakan pupuk Urea, SP-36 dan KCl, dosis yang diberikan pada tanaman kopi diberikan berdasarkan umur tanaman kopi. Pemberian pupuk ini dilakukan dengan cara ditabur atau dibenamkan dengan membuat larikan. Pemangkasan Pohon Pelindung Lakukan pemangkasan pada pohon pelindung apabila pohon pelindung sudah rimbun. 10. Pemangkasan Tanaman Kopi Pemangkasan ini dilakukan setelah tanaman kopi memiliki sistem percabangan yang kuat dan telah berumur sekitar 4-5 tahun dengan ketinggian sekitar 1,8 cm – 250 cm. Tujuan pemangkasan ini yaitu untuk merangsang pertumbuhan cabang buah baru, pembentukan bunga dan membuang cabang yang tidak produktif atau cabang yang terserang hama penyakit. Ada 3 pemangkasan yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi, dan pemangkasan peremajaan. 11. Pemanenan Kopi Robusta Kopi Robusta dapat dipanen setelah berumur sekitar 3-4 tahun tergantung varietas jenisnya. Siklus pemanenan kopi robusta dapat dilakukan setalah 8-9 bulan setelah pembungaan. Dalam setahun dapat dilakukan pemanenan sebanyak dua kali secara bertahap dengan istilah musim buah selang yaitu pada bulan Februari hingga Maret dan musim buah besar pada April hingga September. Buah kopi yang dipanen yaitu buah yang sudah sudah masak berwarna merah.
Manfaat Seduh Kopi Campur Kayu Manis, Risiko Penyakit Jantung Turun
Musim hujan begini enaknya minum kopi sambil menikmati hujan di teras ya. Apalagi nikmatnya makin bertambah kalau tahu manfaat kopi dicampur kayu manis. Pagi-pagi minum kopi sambil duduk di teras dan menikmati hujan di pagi hari, waduh pasti membuat tubuh langsung rileks. Sambil rileks, coba campurkan kopi dengan kayu manis. Memang sih, yang kita tahu saat ini terlalu banyak minum kopi banyak pro dan kontranya. Banyak yang bilang kalau minum kopi membuat kita jadi mudah terkena hipertensi, tapi ada yang bilang minum kopi malah membuat jantung sehat. Kalau masih ingin menyeduh kopi dan mendapatkan manfaat bisa menambahkan kayu manis sebagai campuran kopi. Ya, kayu manis sudah dianggap obat rumahan untuk masyarakat Eropa pada abad pertengahan. Bahkan harga bubuk kayu manis di Eropa sempat melejit tajam karena manfaatnya yang membuat semua orang langsung memborong bumbu rumahan yang satu ini. Di Indonesia sendiri, kayu manis bisa dijumpai di mana saja. Kita bisa membelinya di pasar tradisional atau bahkan di pasar modern di berbagai daerah. Harganya pun sangat terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah. Nah, ketika kopi yang digadang-gadang menjadi penyebab penyakit kemudian dicampur dengan kayu manis malah menjadi obat buat kita. Manfaat minum kopi dicampur kayu manis: Menurunkan risiko penyakit jantung Bagi penderita jantung, minum kopi kayu manis ini malah membuat jantung sehat. Hal ini sudah terbukti dari penelitian para ahli selama 12 minggu. Hasilnya, organ jantung yang sempat dinyatakan tak sehat mendadak baik dan bisa berfungsi dengan benar. Minuman diet yang menurunkan berat badan dengan cepat Buat yang sedang menjalani diet, minum kopi kayu manis ini sangat baik buat kalian. Rasa hangat dari kopi dan kayu manis akan membakar lemak dari dalam. Selain itu, kayu manis juga mengandung serat yang tinggi sehingga membuat tak mudah lapar. Mencegah alzheimer Stres oksidatif pada sel otak bisa menurun secara drastis hanya dengan mengonsumsi kayu manis. Mengobati jerawat Bagi yang punya masalah jerawat, minum kopi kayu manis adalah kuncinya. Selain menjaga wajah dari luar, pastinya menjaga kesehatan kulit dari dalam juga. Kandungan antioksidan dari kayu manis membuat jerawat tak lagi ada di wajah atau di bagian tubuh yang lain. Mencegah penuaan dini dan kulit menjadi kencang Karena kandungan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas, wajah akan terhindar dari penuaan dini dan tentu saja hal ini akan mengencangkan kulit wajah. Kayu manis juga dapat memproduksi kolagen yang baik untuk menghapus kerutan dan garis halus di wajah. Kayu manis juga bisa melancarkan peredaran darah dan oksigen ke kulit. Tak ayal, kopi kayu manis ini disukai dari berbagai usia.
Bagaimana Kopi Bisa Memengaruhi Tekanan Darah?
Beberapa orang mungkin masih mencemaskan minum kopi bisa menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Hal itu memang bisa jadi benar. Tapi, kafein yang terkandung dalam kopi cenderung menyebabkan peningkatan tekanan darah hanya sementara. Melansir Mayo Clinic, kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang singkat, bahkan jika Anda tidak memiliki tekanan darah tinggi. Tidak jelas apa yang menyebabkan lonjakan tekanan darah ini. Namun, beberapa peneliti percaya bahwa kafein dapat memblokir hormon yang membantu arteri tetap melebar. Yang lain berpikir bahwa kafein bisa menyebabkan kelenjar adrenal melepaskan lebih banyak adrenalin, yang menyebabkan tekanan darah meningkat. Beberapa orang yang secara teratur minum minuman berkafein memang dilaporkan memiliki tekanan darah rata-rata lebih tinggi daripada orang yang tidak minum. Meski demikian, orang yang secara teratur minum minuman berkafein cenderung mengembangkan toleransi terhadap kafein. Akibatnya, kafein tidak memiliki efek jangka panjang pada tekanan darahnya. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, lebih baik tanyakan kepada dokter apakah Anda harus membatasi atau berhenti minum minuman berkafein. Jika Anda khawatir tentang efek kafein pada tekanan darah, coba batasi jumlah kafein yang Anda minum hingga 200 miligram sehari. Jumlah kafein itu kira-kira setara dengan dua cangkir kopi seduh sebanyak 237 ml. Perlu diingat bahwa jumlah kafein dalam kopi dan minuman lain berbeda-beda menurut merek dan cara penyiapannya. Selain itu, jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, hindari kafein tepat sebelum aktivitas yang secara alami bisa meningkatkan tekanan darah, seperti olahraga, angkat beban, atau kerja fisik yang berat. Untuk mengetahui apakah kafein dapat meningkatkan tekanan darah Anda, periksa tekanan darah Anda sebelum minum secangkir kopi atau minuman berkafein lainnya dan lagi 30 hingga 120 menit setelahnya. Jika tekanan darah Anda meningkat sekitar lima hingga 10 poin, Anda mungkin sensitif terhadap efek peningkatan tekanan darah dari kafein. Jika Anda berencana untuk mengurangi kafein, lakukan secara bertahap selama beberapa hari hingga seminggu untuk menghindari sakit kepala akibat penarikan kafein. Melansir Health Line, kopi memang dapat meningkatkan tekanan darah hingga tiga jam setelah dikonsumsi. Namun, jika kopi dikonsumsi secara teratur, efek tersebut bisa berkurang. Untuk orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi, penelitian baru-baru ini mengungkap bahwa konsumsi kopi setiap hari tidak memiliki dampak yang signifikan pada tekanan darah atau risiko penyakit jantung. Meski demikian, konsumsi kafein berlebihan tetap tidak diperbolehkan. Mengasup kafein berlebihan di antaranya bisa menimbulkan sejumlah keluhan berikut: Insomnia Kerusakan otot Jantung berdetak cepat Meningkatan rasa cemas Sakit kepala Kecanduan
3 Cara Mudah Berhenti Minum Kopi untuk Kamu yang Kecanduan
Terlalu banyak minum kopi bisa mengganggu kesehatan. Kalau kamu ingin berhenti minum kopi, ada 3 cara mudah yang bisa dilakukan. Yuk, simak! Minum kopi jadi kebiasaan yang tak terhindarkan lagi. Mulai dari remaja hingga orang dewasa menyukai minuman yang rasanya pahit dan beraroma kuat ini. Bahkan banyak orang telah kecanduan kopi. Mereka bisa mengonsumsi kopi lebih dari 4 cangkir kopi dalam sehari. Padahal batas aman mengonsumsi kopi menurut ahli hanya sekitar 400 mg kafein saja. Karena selain menyehatkan, kopi juga memiliki efek yang bisa mengganggu kesehatan tubuh. Seperti mudah gelisah, insomnia, sakit kepala, dan lainnya. Hal ini bisa terjadi kalau kamu sudah kecanduan minum kopi. Lantas kalau sudah kecanduan, sebaiknya kamu bisa menghentikan kebiasaan ini. Memang tidak mudah, bisa dimulai secara perlahan. Bagaimana caranya? Dilansir dari Cnet (31/12/2020), ini 3 cara mudah berhenti minum kopi yang bisa diikuti: 1. Lakukan Perlahan Kenali tubuhmu, kalau memang kebiasaan minum kopi sudah mengganggu kesehatan sebaiknya dihentikan. Tidak perlu cepat-cepat, karena semuanya membutuhkan proses. Jika kamu terbiasa mengonsumsi kopi yang tinggi kafein, bisa mencoba untuk mengurangi takarannya. Manaker seorang ahli gizi mengatakan, “Mengonsumsi kafein setengah dari jumlah biasanya bisa membantu orang perlahan untuk menguranginya.” Sebagai contoh alih-alih satu cangkir penuh kopi, kamu bisa mengonsumsi setengahnya. Lalu, jika kamu terbiasa minum 2 cangkir kopi per hari maka kurangi 1 cangkir. Lakukan hal ini secara rutin sampai kamu terbiasa dan bisa berhenti minum kopi. 2. Ganti dengan Minuman Lain Jika ingin berhenti minum kopi, kamu juga bisa menggunakan cara menggantinya dengan minuman lain. Cara ini sangat mudah dilakukan dan sangat membantu. Banyak minuman lain yang juga tinggi kafein, seperti teh hijau atau matcha. Manaker juga mengungkapkan kalau dirinya sempat mengganti kopi dengan matcha. Ia bilang cara itu ampuh untuk dirinya. Kamu juga bisa mengganti secangkir kopi dengan kopi decaf atau teh herbal. Karena kopi decaf tidak memiliki kandungan kafein, tapi rasanya tetap seperti kopi biasa. 3. Pakai Metode ‘Cold Turkey’ Cold turkey adalah sebuah metode berhenti merokok dengan memutus asupan nikotin secara langsung. Artinya, para perokok ini harus menyetop kebiasaan merokoknya saat itu juga. Metode ‘cold turkey’ ini ternyata juga bisa dilakukan untuk kamu yang ingin berhenti minum kopi. Kamu bisa dengan langsung memutuskan kebiasaan minum kopi saat itu juga. Cara ini memang memiliki efek samping, seperti pusing (sakit kepala), cepat merasa lelah, dan lainnya. Tapi, kamu bisa mengatasinya dengan banyak minum air putih agar tidak terjadi dehidrasi.
5 Tips Cara Menyeduh dan Meracik Kopi yang Benar
Untuk menikmati kopi yang enak, tidak sembarangan mencampurkan kopi dengan air panas. Ternyata ada cara menyeduh dan meracik kopi yang benar. Kopi yang diracik dengan benar tentu akan menciptakan kepuasan bagi yang menikmatinya. Selain memilih kopi yang berkualitas, ada juga hal lain yang perlu diperhatikan. Ada beberapa teknik yang dapat meningkatkan kualitas kopi. 5 tips untuk menyeduh kopi yang enak: 1. Pilih Kopi Secangkir kopi yang enak berawal dari pilihan kopi yang berkualitas baik. Untuk mendapatkan kopi segar, sebaiknya pilih penjual kopi yang memanggang kopi langsung di tempatnya. Jangan pilih kopi yang sudah dipanggang sudah lama karena aroma kopinya akan menghilang. Jika membeli dalam bentuk biji, pastikan simpan kopi dengan benar. Simpan di wadah tertutup rapat dengan ukuran yang tidak terlalu banyak. 2. Giling Kopi Cara menyeduh kopi hitam, kamu sebaiknya giling kopi segera sebelum menyeduhnya untuk menghasilkan rasa maksimal. Para ahli mengatakan kopi mulai kehilangan rasanya dalam 30 menit setelah ditumbuk. Giling terlalu halus akan mengekstrak kopi secara berlebihan dan rasanya pahit. 3. Ukur Kopi Sama halnya seperti membuat kue, dalam hal membuat kopi juga harus diukur. Idealnya perbandingan 1:20 (1 bagian kopi dengan 20 bagian air atau 7,5 gr kopi hingga 150 ml air) menghasilkan secangkir kopi yang kuat. Ada juga beberapa orang yang menyeduh kopi dengan perbandingan 1:14 atau 1:30. 4. Penggunaan Air Untuk menghasilkan rasa kopi yang berkualitas penggunaan air juga perlu diperhatikan. Cara menyeduh kopi ala barista ini bisa menggunakan air yang telah disaring atau gunakan air minum kemasan. Sebaiknya jangan menggunakan air yang telah disuling atau diringankan kadar mineralnya. Untuk meracik kopi kamu juga bisa menggunakan kertas filter untuk memisahkan ampas kopi. Gunakan ketel untuk memanaskan 50 ml atau seperempat cair air hingga 93 derajat celcius. Secara perlahan tuangkan air panas ke bubuk kopi dan pastikan semua air membasahi permukaannya. Biarkan selama 45 detik sebelum dinikmati. 5. Suhu untuk Meracik Kopi Suhu paling ideal untuk menyeduh kopi adalah 90 hingga 96 derajat celcius. Suhu yang lebih dingin bisa menyebabkan rasa kopi cenderung datar sedangkan kopi yang dimasak dalam suhu terlalu panas akan menghilangkan rasa kopi tersebut. Cara membuat kopi bubuk tanpa ampas sebaiknya lakukan 5 tips di atas ya . . . . .
7 Cara Minum Kopi yang Benar, Cocok untuk Turunkan Berat Badan!
Kopi merupakan minuman rendah kalori, asal tepat memilih jenisnya. Berikut 7 cara minum kopi yang benar untuk bantu turunkan berat badan. Kopi merupakan minuman tinggi kafein dengan cita rasa pahit yang banyak digemari. Kopi saat ini juga memiliki rasa dan varian yang sangat beragam, menyesuaikan dengan selera yang berkembang di masyarakat. Kopi cocok jadi minuman pembangkit energi yang sifatnya rendah kalori sehingga bisa dikonsumsi pelaku diet. Secangkir kopi hitam tanpa gula mengandung tidak lebih dari 5 kalori. Penelitian juga menunjukan bahwa kopi dapat memberikan umur panjang dan membantu tubuh memproses glukosa dengan lebih baik, mengurangi masalah kesehatan, kanker usus, serta kerusakan jantung. Ada 7 cara minum kopi yang benar menurut ahli gizi untuk membantu menurunkan berat badan dan lebih sehat. Mengutip dari Eat This, Not That! (13/11) berikut 7 cara minum kopi yang direkomendasikan: 1. Hindari Konsumsi Kopi Sebelum Sarapan Saat terbangun pada pagi hari usahakan untuk konsumsi setidaknya sedikit makanan terlebih dahulu. Hindari konsumsi kopi sesaat setelah bangun tidur sebelum konsumsi makanan apapun. Pasalnya kopi dapat menimbulkan rasa kenyang dan melewatkan sarapan akan berdampak pada makan berlebih di siang hari. “Berkali-kali saya melihat klien yang akan minum kopi di pagi hari. Saya suka mengingatkan klien saya untuk makan sesuatu terlebih dahulu, baru kemudian menikmati kopi. Itu karena kopi dapat mengurangi perasaan lapar Anda, yang dapat menyebabkan melewatkan sarapan,” kata ahli gizi Kasey Hageman, MS, RD, LD. 2. Batasi Penambahan Pemanis Cara minum kopi yang benar juga termasuk membatasi penambahan pemanis. Batas konsumsi gula harian pada wanita ada pada 25 gram sehari dan 36 gram sehari untuk pria. Mengonsumsi gula lebih dari batas harian yang ditentukan dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan bahkan menaikkan risiko permasalahan pada kesehatan jantung. “Kopi harian bisa menjadi sumber kalori yang terlalu banyak dengan nutrisi yang rendah. Jika sering meminum kopi coba evaluasi kalori dalam cangkir kopi Anda,” kata Hageman. 3. Gunakan Pemanis Alami Beberapa jenis pemanis seperti madu atau sirup maple akan lebih baik karena terbuat dari bahan alami. Tetapi konsumsi semua pemanis tetap perlu diperhatikan. Madu dan sirup maple mengandung antioksidan serta probiotik yang baik untuk usus jika dikonsumsi dalam batas yang aman. “Pemanis natural lebih enak karena mereka diproses dengan rendah gula yang lebih menguntungkan dan rendah kalori,” kata Sobel. 4. Pilih Kopi Alami Dibanding menambahkan perasa dan pemanis tambahan, coba pilih rasa alami yang dihasilkan biji kopi. Pohon kopi ditanam bersamaan dengan pohon lain yang memungkinkan biji kopi akan menyerap rasa dari tanaman di sekitarnya. Rasa alami yang ada pada biji kopi akan jauh lebih sehat dan rendah kalori dibanding perasa tambahan. Memberikan rasa pada kopi bisa juga dengan menambahkan 1/2 sendok teh biji kakao pada 250 gram biji kopi yang akan dihaluskan. 5. Perhatikan Makanan Pendamping Cara minum kopi yang benar selanjutnya adalah memperhatikan makanan pendamping saat minum kopi. Pilih makanan yang lebih sehat seperti blueberry, kacang almond, atau oatmeal instan. “Orang biasanya minum kopi dengan kue kering. Itu sebenarnya bisa menambah kalori, tetapi tidak masalah jika sesekali. Hindari kebiasan tersebut untuk dilakukan dalam intensitas yang sering,” kata Sobel. 6. Sesuaikan Pesanan di Cafe Tidak masalah jika sesekali memilih pesan kopi di kafe dibanding membuatnya di rumah. Namun komposisi kopi juga harus diperhatikan. Misalnya dengan meminta beberapa penyesuaian pada barista. “Jangan tambahkan whipped cream atau topping tinggi kalori lainnya. Pilih porsi yang paling kecil jika pesan kopi yang lebih manis,” kata Sobel. 7. Pilih Kopi Hitam Kopi hitam adalah pilihan yang terbaik untuk menurunkan dan menjaga berat badan. Kopi hitam tanpa tambahan pemanis atau apapun tidak mengandung kalori. Misalnya memesan secangkir americano. Menambahkan pemanis atau sedikit krim tidak terlalu masalah pada secangkir kopi hitam. Perlahan coba kurangi menambahkan pemanis. Ketika sudah terbiasa dengan kopi hitam tanpa pemanis itu akan sangat baik untuk membatasi konsumsi kalori tubuh. Itu tadi 7 cara benar minum kopi untuk menjaga berat badan.
Pencinta Kopi Tak Melulu Suka Rasa Kopi Tapi Mereka Kecanduan Kafein
Banyak orang tak bisa jalani hari tanpa minum kopi. Ternyata ini tak melulu karena aroma dan rasa kopi yang enak. Peneliti bilang sebabnya adalah kecanduan kafein. Kopi merupakan minuman populer di pagi hari yang menjadi sumber energi untuk menjalani aktivitas. Di balik cita rasa kopi yang nikmat, pencinta kopi ternyata berisiko alami kecanduan kafein. Dikutip dari Metro (10/12), penelitian baru mengungkap bahwa pencinta kopi bisa jadi bukan kecanduan pada rasa kopi, melainkan pada kafein yang terkandung di dalam secangkir kopi. Untuk melaksanakan penelitian kecanduan kafein, peneliti Jerman menguji peminum kopi dengan intensitas berat, rendah hingga sedang sebagai partisipan. Mereka menemukan bahwa peminum kopi dengan intensitas berat atau sering, memiliki keinginan yang lebih kuat terhadap kopi bahkan tanpa menyukai atau merasa puas dengan jenis kopi yang diminumnya. Keinginan yang kuat tanpa menyukai atau tidak peduli lagi dengan jenis kopi apa yang diminum merupakan tanda klasik dari sebuah kecanduan. Bagi mereka, kafein sudah menjadi kebutuhan tanpa menghiraukan lagi jenis kopi yang diminum. Para peneliti memantau 24 peminum kopi intensitas berat, yang minum kopi setidaknya tiga kali sehari, dan 32 individu yang tidak banyak minum kopi atau tidak meminumnya sama sekali. Seperti yang diprediksi peneliti, peminum kopi biasa menunjukkan tingkat keinginan lebih tinggi dalam memilih jenis minumannya. Hasil sebaliknya didapatkan pada peminum kopi dengan intensitas berat. Mereka menunjukkan keinginan peningkatan akan kopi dan kafein. “Data ini menegaskan bahwa konsumsi kopi yang sering dikaitkan dengan keinginan yang kuat, tidak harus selalu kopi, tetapi keinginan untuk konsumsi kafein secara berulang,” kata para peneliti dari Friedrich Schiller University Jena di Jerman. Hal ini menunjukan bahwa mereka yang secara rutin minum kopi dengan intensitas berat lebih cenderung menginginkan kafeinnya daripada kopi. Hal ini membuktikan bahwa kafein memiliki sifat adiktif yang dapat membuat konsumennya kecanduan. “Disosiasi ini memberikan penjelasan yang memungkinkan untuk konsumsi minuman yang mengandung kafein secara luas dan stabil. Seperti obat lain, mereka yang minum kopi secara berlebihan bisa menjadi kecanduan,” lanjut para peneliti. Kafein juga memiliki efek adiktif yang sama dengan pengaruh amfetamin, kokain dan heroin, yaitu untuk menstimulasi otak. Bisa dikatakan bahwa menstimulasi otak itu memberikan efek bersemangat atau energi lebih pada orang yang mengonsumsinya. Pada jurnal mereka yang diterbitkan dalam Jurnal Psychopharmacology, para peneliti menambahkan bahwa disosiasi keinginan dan kesukaan telah diamati dengan berbagai macam obat pada hewan. “Perbedaan utama antara obat-obatan yang sangat adiktif (misalnya, alkohol atau kokain) dan zat dengan kekuatan adiktif yang lebih rendah (misalnya, kafein) terutama mungkin kuantitatif daripada yang kualitatif,” kata para peneliti. Mengontrol asupan kafein harian memang perlu dilakukan. Salah satunya agar tubuh tidak terbiasa dengan jumlah kafein yang tinggi yang mungkin saja bisa menyebabkan kecanduan seperti yang dijelaskan. Mulai mengganti kopi dengan kopi decaf yang lebih rendah kandungan kafeinnya akan lebih aman untuk tubuh. Seperti yang diketahui segala sesuatu yang berlebihan tidak akan baik, termasuk urusan minum kopi.
Rasulullah SAW Anjurkan Doa Ini Saat Minum Kopi
Kopi termasuk minuman legendaris yang sudah dikonsumsi sejak berabad tahun lalu, bahkan sejak zaman Rasulullah SAW. Saat minum kopi juga ada doa yang dianjurkan untuk dibaca. Dalam dunia Islam, kopi sudah lama dikonsumsi oleh kaum sufi. Dilansir dari CNN (10/12) kopi termasuk minuman yang sering diminum kaum sufi untuk membuatnya tetap terjaga. Diceritakan oleh Sayyid Nahlawi Ibnu Sayyid Khalil, ada kisah singkat soal seorang sufi dari tanah Maghribi dan kopi. Suatu waktu, sufi ini menanyakan kepada Rasulullah SAW soal konsumsi kopi. “Wahai Rasulullah SAW, saya suka meminum kopi,” kata Sufi tersebut. Mendengar penyataan ini, Rasulullah SAW memerintahkan sang sufi untuk membaca doa saat hendak menyeruput kopi. “Ya Allah, jadikanlah kopi yang saya teguk sebagai cahaya bagi penglihatanku, kesehatan bagi badanku, penawar hatiku, obat bagi segala penyakit, duhai Dzat yang Maha Kuat dan Maha Teguh. kemudian membaca bismillahirrahmanirahim.” Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga bersabda, kepada siapapun yang minum kopi, malaikat akan terus memintakan ampunan. “Malaikat akan terus memintakan ampunan untukmu selama rasa kopi masih menempel di mulutmu.” Dalam Islam, ada para ulama yang memperbolehkan minum kopi namun ada juga yang mengharamkan kopi. Salah satu ulama bernama Muhammad bin Mahmud al Zaini al Husaini yang hidup pada abad ke-16, menyusun sebuah risalah kecil tentang adanya dampak buruk kopi pada fisik. Larangan minum kopi merujuk pada konsumsi dalam jumlah berlebihan. Hal ini menjadi perhatian para ulama dan ahli kesehatan. Konon sepengetahuan mereka, kopi dianggap bisa menyebabkan wasir dan sakit kepala. Kopi juga dilaporkan dapat memicu penurunan nafsu makan, bahkan pada taraf tertentu, menurunkan gairah seksual. Padahal jika dikonsumsi secara bijak, kopi justru memberikan berbagai manfaat kesehatan. Sebenarnya, apapun yang dikonsumsi secara berlebihan dan menyebabkan dampak negatif maka makanan dan minuman yang sifatnya halal bisa menjadi haram.
